Yusuf Mansur Panen Gugatan, Ini Deretan Kasusnya!

20 Jan 2022, 08:15:08 WIBHukum
Yusuf Mansur Panen Gugatan, Ini Deretan Kasusnya!

Yusuf Mansur digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait investasi batu bara yang diduga menelan kerugian puluhan miliar rupiah.

Penggugatnya adalah Zaini Mustofa, seorang pengacara yang mengaku menjadi salah satu korban dalam investasi batu bara tersebut.

Selain gugatan perdata senilai Rp98 triliun, Zaini juga sedang mendalami untuk menggugat secara pidana atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

“Betul, saya sudah mendaftarkan gugatan ke PN Jaksel. Gugatannya perdata. Pidananya sedang saya dalami, rencana pidana juga saya laporkan,” ujar Zaini saat dihubungi Solopos.com melalui Whatsapp, Rabu (12/1/2022).

Sementara itu, dalam klarifikasinya, Yusuf Mansur menegaskan dirinya tidak pernah menipu dalam bisnis batu bara di Kalimantan Selatan pada 2009.

“Soal tipu menipu mah kagak. Soal batu bara saya dibilang nipu, kagak! Dari dulu malah saya ngalah mulu, ikut ganti ikut bayar beberapa orang, malah ada satu orang Rp23 miliar itu. Saya juga gak tahu dapat duit dari mana itu bisa ganti. Belum yang lain-lain itu, yang nyelonong ke rumah saya, kalau sekarang mah enggak. Kalau sekarang ada yang mau mempermasalahkan ke polisi aja udah, buktiin di sono aja udah. Selama ini juga ke polisi melulu, pakai pengacara melulu ya gak apa-apa,” tutur suami dari Siti Maemunah tersebut

2.Gugatan Patungan Hotel dan Nabung Tanah

Ustaz Yusuf Mansur ternyata sedang menghadapi tiga gugatan berbeda di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Dikutip dari Solopos.com, selain gugatan 12 investor patungan usaha hotel, ada lima tenaga kerja wanita (TKW) yang juga menggugat Yusuf Mansur atas investasi nabung tanah. Dua gugatan sudah disidangkan Rabu (5/1/2022) dan Kamis (6/1/2022). Ketua PN Tangerang memberi kesempatan kepada kedua pihak yang bertikai untuk melakukan mediasi. Sementara satu gugatan lagi akan mulai disidangkan pada Selasa (11/1/2022). Pada sidang perdana, gugatan 12 orang yang mengaku sebagai korban

invesatasi bodong Jam'an Nur Chotib Mansur atau yang dikenal dengan nama ustaz Yusuf Mansur (UYM) digelar di PN Tangerang.

Gugatan ini didaftarkan pada 10 Desember 2021 dengan nomor perkara 1340 /Pdt.G/2021/PN.Tng pada 10 Desember 2021. Tak hanya kepada Yusuf Mansur, gugatan juga dilayangkan kepada PT Inext Arsindo dan Jody Broto Suseno.

Para penggugat tersebut, antara lain Lilik Herlina, Siti Khusnul Khotimah, Elly Wahyuningtias, Aan Yuhana, Norlinah, Yun Dwi Siswahyudi, Tri Restutiningsi, Nur'aini, Atika, Tommy Graha Putra, Umi Latifah, dan Nanang Budiyanto.

Petitumnya menyebutkan Yusuf Mansur dan tergugat lainnya telah melakukan ingkar janji (wanprestasi) patungan usaha hotel dan apartemen haji dan umrah.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan ada dua alasan yang membuat pihaknya bakal mengawal kasus ini.

“Pertama, karena korban atau penggugat dari kalangan rakyat kecil yang menggunakan tabungan untuk berinvestasi. Kedua, karena Yusuf Masyur dalam membujuk orang-orang ini menggunakan kedok agama," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/1/2021).

Dia menilai para korban percaya dengan investasi ini karena sosok YM yang seorang ulama sekaligus kata-kata yang menggugah.

Kenyataannya, setelah lama dinanti ternyata janji pegembalian investasi tak kunjung tiba. Hari menilai para investor bahkan tidak memiliki akses, apa yang sebenarnya dibangun oleh YM dengan uang yang berhasil dikumpulkan dari para pengugat ini.

Hari berharap Hakim Pengadilan Tangerang yang menyidangkan perkara gugatan ini bersikap adil, transparan, dan tidak takut dengan nama besar UYM.

“Ini seperti pertarungan David dan goliath. Para penggugat ini orang kecil. Bisa dilihat dari gugatan ganti rugi yang nilainya rata-rata Rp10 juta saja. Itu pun merupakan hasil tabungan mereka bertahun-tahun. Kini, uang itu lenyap,” kata Hari.

Menurutnya, pengawalan kasus ini bukan saja di PN Tangerang. Pasalnya, dia menilai masih banyak korban-korban investasi bodong yang digalang oleh Yusuf Masyur yang harus mendapatkan keadilan.

“Kami akan kawal kasus ini agar tidak kandas seperti yang sudah-sudah. Kami akan kawal korban investasi bodong berkedok syariah samapai ke Senayan agar korban bisa mengadu langsung pada anggota dewan,” ucapnya.

Sayangnya Yusuf Mansur sampai dengan berita ini diturunkan belum memberikan komentar atau klarifikasi terkait gugatan yang sedang diarahkan kepadanya.[SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook