Viral Pesan Berantai COVID-19 Bukan Virus Melainkan Bakteri, Ini Menurut Para Ahli

02 Jun 2020, 09:59:28 WIB Kesehatan
Viral Pesan Berantai COVID-19 Bukan Virus Melainkan Bakteri, Ini Menurut Para Ahli

Beredar sebuah pesan berantai di grup percakapan WhatsApp yang menyebut bahwa penyebab penyakit COVID-19 bukanlah dari virus corona sebagaimana diketahui sekarang, melainkan dari bakteri yang bisa diobati oleh antibiotik. 

Klaim COVID-19 berasal dari bakteri itu disebut-sebut hasil dari penelitian tim dokter Italia yang melakukan autopsi jenazah pasien positif corona. Pesan itu juga menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan China berbohong. Keduanya disebut telah mencoba menutup-nutupi kebenaran ini dengan mengimbau seluruh perawat dan dokter di dunia untuk tidak mengautopsi jenazah korban corona karena berpotensi menginfeksi. 

Klaim lain mengatakan bahwa kematian pasien COVID-19 disebabkan oleh adanya penggumpalan darah yang disebut koagulasi intravaskular diseminata (DIC) atau trombosis. Penyakit ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan beberapa obat yang banyak dijual di apotek seperti antibiotik, antiinflamasi, dan antikoagulan. Berikut isi pesan yang beredar di grup WhatsApp tersebut:

Baca Lainnya :

“Tolong DIBACA DIBAWAH INI (PENTING..!!!).
Corona Virus adalah BOHONG...bukan dari Virus tapi dari Bakteri....semua ini diketahui oleh negara Itali..setelah mereka MENG-AUTOPSI JENAZAH KORBAN CORONA...
Ternyata CINA dan WHO menyuruh langsung dikubur dgn ditakut- takuti tertular Covid 19...padahal tujuan mereka supaya mayat tidak diautopsi.....yg berani melakukannya hanya Itali..dan ternyata diketahui oleh para ahli kedokteran, penyebabnya kematian adalah oleh bakteri (bukan Virus),dimana bakteri tersebut membuat pembuluh darah melebar dan membeku..maka langsung diketahui obatnya...setelah diminumkan obat tersebut kpd 1400 orang yg positif covid...langsung sembuh(baca dibawah ini akan diberitahu obatnya, ternyata diapotik kita banyak sekali)
Pantas Presiden Trump mengatakan :WHO menjadi boneka CINA
(mari kita baca dibawah ini)
CINA dan WHO..BERBOHONGI TENTANG COVID -19
Cina dan WHO menipu dgn mengatakan bahwa covid 19 adalah Virus dan menganjurkan supaya semua org yg terjangkit utk memakai ventilator (spy semua negara membeli alat ini).
‼️WHO melarang semua negara utk melakukan autopsi terhadap mayat Covid dgn alasan akan tertular.
‼️‼️Tapi ITALIA tdk perduli, mereka tetap melakukan Autopsi dan mendapatkan kenyataan, ternyata BUKAN VIRUS YG MENYEBABKAN KEMATIAN, TETAPI BAKTERI YG MENYEBABKAN PEMBULUH DARAH MELEBAR DAN MEMBEKU.
DI ITALIA Obat untuk CORONA VIRUS AKHIRNYA DITEMUKAN
Dokter Italia, tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO, untuk tidak melakukan otopsi pada kematian Coronavirus dan mereka menemukan bahwa BUKANLAH VIRUS, tetapi BAKTERI lah yang menyebabkan kematian. Ini menyebabkan gumpalan darah terbentuk dan menyebabkan kematian pasien.
‼️Italia mengalahkan apa yang disebut Covid-19, yang tidak lain adalah "Koagulasi intravaskular diseminata" (Trombosis)
Dan cara untuk memeranginya, yaitu, penyembuhannya, adalah dengan "antibiotik, anti-inflamasi, dan antikoagulan".
Berita sensasional ini untuk dunia telah diproduksi oleh dokter Italia dengan melakukan otopsi pada mayat yang meninggal karena Covid-19.
‼️Menurut ahli patologi Italia. "Ventilator dan unit perawatan intensif TIDAK PERNAH DI BUTUHKAN”
Oleh karena itu perubahan protokol pandemi global di Italia, ‼️‼️terungkap, penyembuhan ini, sudah diketahui oleh Negara Cina dan tidak melaporkan hanya UNTUK MELAKUKAN BISNIS.
(Sumber: Kementerian Kesehatan Italia.)
---------------------
catatan :
Bagikan ini ke seluruh keluarga, lingkungan, kenalan, teman, kolega, rekan kerja ... dll. dll ... dan lingkungannya secara umum ...:
Jika mereka terkena Covid-19 ... yang bukan Virus seperti yang mereka yakini, tetapi bakteri ... diperkuat dengan radiasi elektromagnetik 5G yang juga menghasilkan peradangan dan hipoksia.
Mereka akan melakukan hal berikut:
Mereka akan minum *Aspirin 100mg dan Apronax atau Paracetamol...‼️‼️
Mengapa? ... karena telah ditunjukkan bahwa apa yang dilakukan Covid-19 adalah menggumpalkan darah, menyebabkan orang tersebut mengembangkan trombosis dan darah tidak mengalir dan tidak mengoksigenasi jantung dan paru-paru dan orang tersebut mati dengan cepat karena tidak bisa bernafas.
‼️‼️Di Italia mereka mengacaukan protokol WHO dan melakukan otopsi pada mayat yang meninggal karena Covid-19 ... mereka memotong tubuh, membuka lengan, kaki dan bagian tubuh lainnya dan menyadari bahwa pembuluh darahnya melebar dan membeku, semua pembuluh darah dan arteri dipenuhi dengan trombosis, mencegah darah mengalir secara normal dan membawa oksigen ke semua organ, terutama otak, jantung dan paru-paru, dan pasien akhirnya sekarat,
Setelah mengetahui diagnosis ini, Kementerian Kesehatan Italia segera mengubah protokol pengobatan Covid-19 ... dan mulai memberikan kepada pasien positif mereka *Aspirin 100mg dan Apronax atau Paracetamol...,
hasilnya : pasien mulai pulih dan hadir perbaikan dan Departemen Kesehatan merilis dan mengirim pulang lebih dari 14.000 pasien dalam satu hari.
URGENT: mereka telah berbohong kepada kami, dengan pandemi ini, satu-satunya hal yang dikatakan oleh presiden kami setiap hari adalah data dan statistik tetapi tidak memberikan informasi ini untuk menyelamatkan warga negara, adalah bahwa Ini juga akan terancam oleh para elit? ...
kita tidak tahu, tiba-tiba semua pemerintah dunia, tetapi Italia melanggar norma ... karena mereka sudah kewalahan dan dalam kekacauan serius karena kematian sehari-hari ..., sekarang WHO. ..akan digugat di seluruh dunia, karena menutupi begitu banyak kematian dan jatuhnya ekonomi banyak negara di dunia ... sekarang dipahami mengapa perintah untuk MEMBEBASKAN atau segera mengubur mayat-mayat tanpa otopsi ... dan menamakannya sebagai sangat berpolusi.
Di tangan kita untuk membawa kebenaran dan harapan menyelamatkan banyak nyawa ....
Itulah sebabnya gel anti bakteri bekerja dan klorindioksida ... Seluruh PANDEMI adalah karena mereka ingin vaksinasi dan chip untuk membunuh massa untuk mengendalikan mereka dan mengurangi Populasi Dunia.
SEMOGA TUHAN MENYELAMATKAN KAMI ujar negara Itali”

Asal Muasal Pesan Berantai Ini Menyebar

Pesan berantai yang sekarang ramai dibicarakan di grup WA ternyata telah menyebar terlebih dahulu di media sosial Facebook dengan menggunakan Bahasa Inggris. Hal itu diungkap dalam laman India Today pada 25 Mei 2020. 

Klarifikasi Para Ahli Kesehatan

Berdasarkan artikel yang berjudul "Fact Check: Blood clot the main reason for COVID-19 death, claims conspiracy theory" yang dimuat situs berita www.indiatoday.in, bahwa klaim tentang COVID-19 disebabkan oleh bakteri adalah salah. Hal ini disampaikan dr Sharad Joshi, ahli paru-paru senior di Rumah Sakit Max India.

Atas pesan tersebut, Sharad meminta masyarakat untuk merujuk pada studi Lancet tentang karakterisasi genom dan epidemiologi dari virus corona sebagai pemicu COVID-19. 

Sementara itu, Direktur rumah sakit LNJP Delhi, dr Suresh Kumar menengaskan, tentang antibiotik yang diklaim bisa melawan COVID-19 juga tidak benar adanya, karena tidak efektif melawan COVID-19.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 64.958 kasus, Meninggal: 3.241, Sembuh : 29.919

    🕔07 Jul 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG