Uang Negara Habis Rp 502 T, Kok Harga BBM Masih Harus Naik?

15 Agu 2022, 14:44:22 WIBEkonomi
Uang Negara Habis Rp 502 T, Kok Harga BBM Masih Harus Naik?

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite hampir dipastikan segera naik dalam waktu dekat. Padahal pemerintah menghabiskan dana sebesar Rp 502 triliun pada 2022.

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah menyampaikan situasi ini memang cukup rumit. Akan tetapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak sanggup lagi menahan harga Pertalite, Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dan tarif listrik.

"Banggar DPR tidak akan mengubah alokasi subsidi energi pada tahun ini," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin (15/8/2022)

Baca Lainnya :

Pada Mei 2022 lalu, Said mengatakan, Banggar DPR telah menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp74,9 triliun dari pagu awal sebesar Rp 134 triliun, meliputi Rp 77,5 triliun LPG dan BBM serta listrik Rp 56,5 triliun.

Dari APBN juga dialokasikan pembayaran kompensasi BBM dan listrik sebesar Rp 275,0 triliun dari semula hanya Rp 18,5 triliun. Hal ini dikarenakan BUMN sudah menahan harga energi dalam dua tahun terakhir.

Akan tetapi beberapa indikator yang sebelumnya diperkirakan, baik harga minyak dunia, nilai tukar rupiah hingga kuota BBM sudah meleset. Sehingga penambahan subsidi bukan lagi opsi yang diambil baik pemerintah maupun DPR.

"Tidak akan ada penambahan subsidi. Pilihan yang bisa ditempuh pemerintah adalah menaikkan harga energi yang disubsidi dengan mempertimbangkan dampak inflasi dan daya beli rumah tangga miskin. Oleh karena itu reformasi kebijakan subsidi non energi dan program perlindungan sosial harus lebih tepat sasaran dan waktu," terang Said.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook