Terus Berulah di Tengah Pandemi, Hacker Cina Bikin Gerah FBI

12 Mei 2020, 10:24:49 WIB Internasional
Terus Berulah di Tengah Pandemi, Hacker Cina Bikin Gerah FBI

Konflik terus terjadi antara Amerika Serikat dengan Cina di masa pandemi Covid-19. Setelah soal asal muasal virus penyebab penyakit itu, terbaru adalah tudingan menggunakan pandemi sebagai kedok untuk pencurian data dan serangan siber.

Tudingan itu datang dari Biro Intelijen Amerika Serikat (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri setempat. Mereka memberi peringatan kepada peretas atau hacker dan mata-mata Cina yang disebut memanfaatkan atau mendompleng pandemi virus corona.

"Cina sedang mencari data kekayaan intelektual dan kesehatan masyarakat terkait dengan vaksin Covid-19, perawatan pasien, dan pengujian-pengujian yang berharga melalui cara-cara terlarang," bunyi draf peringatan yang diperoleh New York Times, Minggu 10 Mei 2020.

Baca Lainnya :

Sebelumnya, Amerika dan Inggris mengeluarkan peringatan bersama bahwa badan kesehatan, perusahaan farmasi, akademisi, organisasi penelitian medis dan pemerintah daerah telah menjadi sasaran serangan siber. Namun, tidak disebutkan negara tertentu sebagai asal serangan, hanya digambarkan operator siber paling aktif: Rusia, Cina, Iran dan Korea Utara.

Peringatan tertulis yang sudah disiapkan itu diharapkan akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Dokumen tersebut menekankan upaya oleh 'non-traditional actors', istilah yang digunakan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menggambarkan para peneliti dan siswa yang mencuri informasi dari laboratorium akademik dan swasta.

United States Cyber Command dan National Security Agency berada di belakang draf peringatan yang diarahkan langsung ke Cina itu. Draf didapat ketika Trump menyalahkan Beijing karena menyesatkan dunia tentang parahnya wabah Covid-19 yang dimulai di Wuhan, Cina, pada Desember lalu. 

Pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Cina sedang melakukan kampanye di media sosial Twitter untuk menyebarkan disinformasi dan propaganda tentang virus tersebut. Tetapi, dikutip laman New York Post, Senin 11 Mei 2020, fokus Cina dituding sebenarnya adalah mengakses informasi tentang vaksin.


Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Perang media India : umat Islam dipojokkan sebagai pembawa Virus Corona

    🕔03 Mei 2020
  • Positif Corona hingga hari ini : 20.796 kasus, Meninggal: 1.326, Sembuh : 5.057

    🕔23 Mei 2020

Berita Populer

kanan - Selamat Idul Fitri 1441 Hkanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - Selamat Idul Fitri 1441 Hkanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran