PKI Membonceng Penumpasan PRRI, Orang Minang Dibantai dan Dip*rkosa

06 Sep 2020, 14:06:59 WIB Opini
PKI Membonceng Penumpasan PRRI, Orang Minang Dibantai dan Dip*rkosa

Pertama para perwira yang bertugas menumpas pemberontakan dengan tetap menghormati budaya Minang. Contohnya A Yani.

Golongan kedua menumpas secara tuntas apapun caranya. Biar cepat selesai, termasuk memakai jasa PKI. Perwira ini misalnya pengganti A Yani yaitu Kol Pranoto Reksosamodra. Kolonel ini membentuk Organisasi Keamanan Rakyat (OKR). OKR dibagi dua golongan A dan B dan anggotanya 6.341 orang. Rinciannya A 1.665 dan B sebanyak 4.676.

Tugas kelompok A membantu TNI memelihara keamanan. Kelompok B membantu memelihara keamanan dan pembangunan.

Anda tahu satu balayon itu 700 prajurit? Nah kalau 6.341 orang itu artinya sekitar 9 batalyon. Itulah angkatan kelima tersebut.

Sembilan balatyon OKR itu isinya mayoritas dari Pemuda. Rakyat yang tak lain organisasi di bawah PKI.

Tahukah Anda instruksi hanya membentuk OKR dengan 150 anggota, tapi nyatanya lebih dari 6.000.

Kini golongan ketiga yaitu perwira yang menangguk di air keruh. Tumpas dan manfaatkan peluang untuk menyemai lebih luas lagi paham komunis sampai ke desa-desa. Makanya jangan heran kemudian ada walinagari yang PKI. Perwira ini membentuk Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) sebuah organisasi yang kebengisannya di Ranah Minang tak tertandingi sampai kini.

Dalam golongan ketiga ini ada nama-nama seperti Mayor Latif, Lettu Untung yang kelak memberontak bersama Aidit.

Mereka memperalat OPR. OPR boleh bertempur sendiri tanpa se izin Kodam. Kolonel Dahlan Djambak yang dihormati itu dibunuh oleh OPR di sebuah rumah bersama ponakannya dan rumah itupun dibakar.

OPR itu seperti setan dengan ladiang tajam di kedua tangannya. Jangankan dia, anjing saja diusir maka kita akan ditembaknya.

OPR itu tulen PKI-nya mereka beroperasi di desa-desa, memaksa penduduk masuk PKI.

Kalau OPR dibantah, mati tantangannnya.

Menurut kisah yang disampaikan generasi remaja kala itu 1958 sampai 1969, OPR banyak membantai rakyat dan memperkosa.

Ketakutan meluas, yang “berani” lari ke rantau secara massal yang ragu-ragu lari masuk hutan disebut ijok.

Lebih 10.000 orang Minang tewas dan angkanya bisa turun naik tergantung sumber. Itu satu hal, masalah lain mental sudah jatuh ulah PKI dan OPRnya.

Orang tak bersalah  bisa hilang malam dibuatnya. Rumah orang-orang Masyumi disilang merah.

OPR sejahat-jahatnya orang. Lalu tibalah saatnya roda berputar, komunis ditumpas dan anggota OPR diburu sampai ke liang batu.

Minangkabau marah. OPR tinggal nama dan sampai kini terus disebut.[SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 522.581
    Sembuh : 437.456
    Meninggal : 16.521
    Dirawat : 68.604

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia