Petani dan Nelayan Kritisi Kebijakan Impor Gila-gilaan Pemerintah

20 Sep 2021, 08:17:51 WIB Ekonomi
Petani dan Nelayan Kritisi Kebijakan Impor Gila-gilaan Pemerintah

Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) mengkritisi kebijakan impor beberapa komoditas yang dilakukan pemerintah secara besar-besaran hingga periode awal tahun ini.

Ketu Umum PPNSI Slamet menyebutkan kebijakan impor gila-gilaan oleh pemerintah ini dilakukan untuk komoditas seperti beras, hortikultura, gula dan garam. Sehingga, menandakan ketidakberpihakan pada petani dan nelayan. 

Dia mencontohkan, untuk komoditas beras, pemerintah terus impor sejak 2018 sebanyak 2,2 ton atau setara US$1 miliar. Kemudian pada 2019 impor 444 ribu ton US$184 juta, 2020 impor 356 ribu ton US$195 juta dan 2021 impor 242 ribu ton US$110 juta.

Baca Lainnya :

"Padahal BULOG menyatakan stok beras di gudang BULOG cukup," kata Slamet di sela-sela Pelantikan Pengurus dan PPNSI, secara online dan offline, Minggu, 19 September 2021.

Terkait hal ini, Slamet pun menyayangkan komentar Presiden Joko Widodo yang seperti melakukan sebuah kebohongan publik karena mengatakan sudah dua tahun terakhir Indonesia tidak pernah mengimpor beras. 

Padahal faktanya impor beras ditekankannya hampir setiap tahun terjadi bahkan saat presiden menyatakan demikian, impor beras pada 2021 sudah mencapai 242 ribu ton dengan nilai US$110 juta.

"Kita tidak ingin Presiden melakukan sebuah kebohongan publik karena sejatinya impor disaat stok beras cukup sama saja melakukan pengkhianatan kepada para petani lokal," tutur Slamet.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 4.239.396
    Sembuh : 4.081.417
    Meninggal : 143.176
    Dirawat : 14.803

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - MYPIN DELIVERY
kanan - Emiisc
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - MYPIN DELIVERY
kanan - Emiisc