Penjualan Anjlok, Bos Sampoerna Minta Tarif Cukai dan Harga Rokok Tak Naik Tahun Depan

22 Sep 2020, 12:22:16 WIB Ekonomi
Penjualan Anjlok, Bos Sampoerna Minta Tarif Cukai dan Harga Rokok Tak Naik Tahun Depan

Volume penjualan industri hasil tembakau anjlok hingga dua digit atau sekitar 15 persen hingga paruh pertama 2020. Selain karena dampak pandemi Virus Corona atau COVID-19 yang menurunkan daya beli masyarakat, kebijakan kenaikan tarif cukai pun dinilai bakal memperburuk keadaan.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap para pegawainya yang 70 persennya merupakan pekerja segmen sigaret kretek tangan (SKT).

"Untuk itu, kami berharap ada keberpihakan bagi segmen SKT dengan tidak menaikkan tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE) untuk 2021," kata dia di Jakarta, Senin, 21 September 2020.

Baca Lainnya :

Bisnis Terdampak Corona, 7.894 Karyawan Sampoerna Dirumahkan

Mindaugas mengklaim telah berupaya melakukan sejumlah inisiatif agar segmen SKT mampu bertahan selama pandemi COVID-19, termasuk melalui strategi ekuitas portofolio SKT. Tujuannya agar Sampoerna dapat tetap mempekerjakan sekitar 60 ribu pekerjanya.

Dia mengatakan, 50 ribu orang di antaranya merupakan pekerja SKT Sampoerna yang bekerja di 4 pabrik SKT dan 38 Mitra Produksi Sigaret yang tersebar di 27 kota atau kabupaten di Pulau Jawa. SKT dikatakannya perlu dipertahankan karena memiliki efek ganda di masyarakat.

"Selain sebagai segmen padat karya, keberadaan pabrik SKT juga memiliki multiplier effect yang signifikan di bidang sosial dan ekonomi di wilayah lokasi pabrik,” kata Mindauga.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 538.883
    Sembuh : 450.518
    Meninggal : 16.945
    Dirawat : 71.420

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia