Penjelasan LIPI dan PVMBG soal Gelembung di Laut Dekat Anak Krakatau

05 Apr 2020, 05:24:01 WIB Teknologi
Penjelasan LIPI dan PVMBG soal Gelembung di Laut Dekat Anak Krakatau

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto, menyebutkan, gelembung udara berukuran cukup besar menyembur sampai permukaan air di Selat Sunda tak jauh dari sisi timur di bibir Pantai Gunung Anak Krakatau, Provinsi Lampung, sudah terjadi sejak lama.

Ia mengatakan, gelembung udara itu merupakan akibat aktifitas hidrotermal bawah laut di lokasi tersebut.

Proses hidrotermal di laut ini sendiri adalah interaksi antara air laut dan magma di bawah dasar laut.

Baca Lainnya :

"Magma tersebut memang ada di bawah Gunung Anak Krakatau. Dapur magma ini yang menyebabkan aktivitas gunung berapi anak Krakatau. Nah, boleh jadi aktivitas hidrotermal ini terjadi akibat adanya interaksi air laut dengan dapur-dapur magma di sekeliling sumber utamanya. Jadi aktivitas magma ini sudah ada sejak dulu bukan berarti baru terjadi kemarin," ujar Nugroho saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (4/4/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, aktivitas hidrotermal ini bisa menjadi sumber kehidupan dan ekosistem bawah laut yang sangat spesifik dan penting karena bisa terjadi dalam kedalaman yang sangat dalam (>200 m), sehingga keanekaragaman hayatinya sangat spesifik (bayangkan ada hewan yg dapat hidup pada kedalaman beberapa meter di bawah laut dengan lingkungan yang ekstrim).

"Selain itu, secara geologi, aktivitas hidrotermal dasar laut dapat mengendapkan mineral-mineral berharga seperti emas dan lain-lain," sebutnya.

Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana saat dihubungi Kompas.com menjelaskan, fenomena gelembung di Gunung Anak Krakatau ini menunjukkan adanya aktivitas active degassing atau dalam bahasa Indonesia itu embusan gas vulkanik yang keluar lewat celah-celah yang ada di bagian tubuh Gunung Anak Krakatau yang ada di bawah permukaan laut.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Perang media India : umat Islam dipojokkan sebagai pembawa Virus Corona

    🕔03 Mei 2020
  • Positif Corona hingga hari ini : 20.796 kasus, Meninggal: 1.326, Sembuh : 5.057

    🕔23 Mei 2020

Berita Populer

kanan - Selamat Idul Fitri 1441 Hkanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - Selamat Idul Fitri 1441 Hkanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran