Pengamat: Program Kuota Gratis Kemendikbud Pembohongan Publik

29 Sep 2020, 07:17:00 WIB Pendidikan
Pengamat: Program Kuota Gratis Kemendikbud Pembohongan Publik

Pemerhati Pendidikan dari Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji mengkritik program bantuan kuota data internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Indra menilai program yang dikeluarkan itu hanya gimik dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

"Kuota belajar itu banyak berisi aplikasi berbayar semua. Jadi kan kayaknya masyarakat ini digiring untuk belanja berlangganan yang online itu. Ini kan sama aja bohong, pembohongan publik aja, kita dikasih gimik buat kuotanya gratis, tapi suruh bayar aplikasi berbayar," kata Indra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/9).

Baca Lainnya :

Indra mengatakan secara akademis aplikasi berbayar yang disediakan dalam kuota belajar itu tidak dibutuhkan, sebab masih banyak aplikasi gratis lainnya dengan kualitas yang tidak kalah bagus.

"Kalau pemerintah caranya gini kan kayak makelar, kayak calo. Yang lebih bahaya lagi kalau pembelinya banyak, oh nanti APBN tahun depan bisa diarahin untuk membeli. Berarti ada penggiringan ke arah sana," katanya.

Lebih lanjut, ia berpendapat masalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebenarnya tidak hanya sekadar kuota saja, tetapi banyak hal lain yang perlu mendapat perhatian, seperti ketersediaan gawai hingga akses internet.

"Ada daerah yang mungkin enggak butuh kuota, tapi gawai, butuhnya jaringan internet, atau mungkin butuh buku. Jadi Rp7,2 triliun itu (menjadi) enggak sia sia," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 373.109
    Sembuh : 297.509
    Meninggal : 12.857
    Dirawat : 62.743

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV