Palestina Krisis Berat, Teriak Bantuan, Belum Ada Negara Arab yang Gubris

16 Jun 2020, 11:40:03 WIB Dunia Islam
Palestina Krisis Berat, Teriak Bantuan, Belum Ada Negara Arab yang Gubris

Erekat menjelaskan permintaan pinjaman itu sejalan dengan keputusan Liga Arab sebelumnya untuk memastikan jaringan keuangan Arab aman ke Palestina.

 “Penting untuk memberikan bantuan keuangan dari Arab untuk mendukung perbendaharaan Palestina,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam mengatasi situasi dan tantangan yang sulit saat ini, hanya satu-satunya opsi, negara Arab harus memberi bantuan lunak.

Awal bulan ini, Otoritas Palestina menolak uang dari pendapatan pajak yang dikumpulkan Israel dari perdagangan Palestina.

Perdagangan biasanya dilakukan di titik persimpangan di bawah kendali Israel.

Ini adalah bagian dari keputusan kepemimpinan Palestina untuk menghilangkan semua perjanjian dengan Israel.

Termasuk sektor keamanan dan ekonomi, sebagai tanggapan atas rencana yang terakhir untuk mencaplok tanah Palestina di Tepi Barat.

Namun, pemerintah Palestina menghadapi krisis keuangan parah.

Pemerintah sudah tidak mampu lagi membayar gaji pegawai sipil dan keamanan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dilansir Xinhua, Sabtu (13/6/202), Pemerintah Palestina mengalami defisit sebesar 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 19,9 triliun.

Erekat juga mengumumkan Dewan Keamanan (DK) PBB akan bersidang pada 24 Juni 2020.

Hal itu untuk membahas perkembangan di wilayah Palestina, terutama rencana pencaplokan lagi oleh Israel yang didukung Presiden AS, Donald Trump.(tribunnews)




<< Kembali ke Halaman Sebelumnya


Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 385.980
    Sembuh : 309.219
    Meninggal : 13.205
    Dirawat : 63.556

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV