Opsi Penundaan Pilkada Terbentur Kepentingan Dinasti Politik

11 Sep 2020, 07:44:14 WIB Politik
Opsi Penundaan Pilkada Terbentur Kepentingan Dinasti Politik

Sikap Presiden Jokowi yang bersikukuh tak ingin menunda gelaran Pilkada 2020 dinilai terkait erat dengan kepentingan dinasti politik.

"Incumbent banyak maju, begitu juga dinasti keluarga mulai dari menteri, wapres, presiden. Kalau sampai pilkada ditunda ya ini menyangkut kepentingan mereka juga," kata Ahli Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret, Agus Riwanto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/9).

Seperti diketahui, sejumlah calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada 2020 masih memiliki hubungan kerabat atau keluarga dengan berbagai tokoh publik mulai dari menteri, wakil presiden, hingga presiden.

Baca Lainnya :

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby Nasution maju sebagai calon kepala daerah di Solo dan Medan.

Sementara putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah juga maju di Pilkada Tangsel. Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojojadikusumo juga maju dalam pemilihan wali kota di Tangsel bersama Muhammad.

Ada pula putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindito Himawan Pramana yang mencalonkan diri sebagai bupati Kediri.

Selain kaitan dengan dinasti politik, Agus menjelaskan kendala penundaan pilkada juga terkait ongkos politik yang sudah dikeluarkan parpol maupun calon yang maju.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 522.581
    Sembuh : 437.456
    Meninggal : 16.521
    Dirawat : 68.604

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia