Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas yang Disebut dalam Konflik Luhut dan Haris Azhar

22 Sep 2021, 15:24:21 WIB Ekonomi
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas yang Disebut dalam Konflik Luhut dan Haris Azhar

Bekas Wilayah Freeport

Berjarak 40 kilometer di sebelah utara Grasberg yang dikelola PT Freeport Indonesia, terdapat 'gunung emas' yang masih belum terjamah. Itu lah Blok Wabu, wilayah kaya emas dan tembaga di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang dulunya masuk dalam konsesi PT Freeport Indonesia berdasarkan Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani pada 1991.

Saat melakukan eksplorasi, Freeport sebenarnya menemukan kandungan emas yang menjanjikan di Blok Wabu. Berdasarkan pendataan yang dilakukan saat itu, potensi sumber daya emas di sana mencapai 8,1 juta troy ounce.

Adapun untuk kadar emas dalam bijih emas yang bisa digali di Blok Wabu, diperkirakan cukup tinggi. Rata-rata kadar emas dalam satu ton bijih emas yang digali sekitar 2,17 gram. Bahkan, di beberapa spot, ada yang sampai 72 gram per 1 ton bongkahan bijih emas.

Rata-rata kadar emas per gram dalam 1 ton bijih emas di Blok Wabu ini bahkan lebih besar dari kadar emas di tambang Grasberg Freeport yang hanya memiliki rata-rata 1 gram emas dalam 1 ton bijih emas.

Ditinggalkan Freeport, Dikembalikan ke Pemerintah

Meski memiliki cadangan emas yang menggiurkan, Blok Wabu tak dijamah dan malah dilepaskan oleh Freeport. Padahal Freeport sudah mengeluarkan biaya besar, sekitar USD 170 juta, untuk eksplorasi Blok Wabu. Freeport memilih untuk memfokuskan sumber dayanya pada Grasberg.

Blok Wabu pun dikembalikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Secara resmi, Blok Wabu diserahkan ke pemerintah pada 21 September 2018 saat penandatanganan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang memperpanjang izin Freeport di Grasberg hingga 2031.

"Bahkan sebelum 2018, kami sudah menyatakan kepada pemerintah untuk melepaskan Blok Wabu. Pada praktisnya kami sudah menyerahkan kepada pemerintah, namun belum ada persetujuan resmi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Baru secara resminya dinyatakan dalam IUPK," Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam diskusi dengan para pimpinan media massa, Selasa (21/9).

Gunung Emas Tak Bertuan

Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang akan mengelola gunung emas Blok Wabu ini. Saat ditanya apakah pemerintah pernah meminta Freeport untuk mengelola Blok Wabu ini, Tony mengaku tidak pernah.

Menurut Tony, siapa pun yang nanti mengelola Blok Wabu, akan memperoleh tantangan berat, karena hingga saat ini tidak ada akses atau jalur yang memadai menuju blok tersebut.

Sebelumnya pada 2020 lalu, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pernah diminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengelola Blok Wabu. Antam juga telah menyatakan kesiapannya. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan soal ini. [SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 4.255.936
    Sembuh : 4.103.914
    Meninggal : 143.808
    Dirawat : 8.214

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - MYPIN DELIVERY
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - MYPIN DELIVERY