Kemenag Respons Kajian Ramadan Picu Pencopotan Pejabat Pelni

12 Apr 2021, 13:46:33 WIB Dunia Islam
Kemenag Respons Kajian Ramadan Picu Pencopotan Pejabat Pelni

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan pemerintah tak pernah melakukan intervensi hingga melarang para ustaz atau mubalig melakukan tugas-tugas dakwah.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons polemik pembatalan acara kegiatan pengajian Ramadhan 1442 H di PT Pelni yang diisi oleh beberapa penceramah.

"Pemerintah tidak pernah melarang ustaz, mubalig atau tokoh agama dalam melaksanakan tugas dakwah. Jadi keliru jika ada anggapan pemerintah ikut intervensi apalagi sampai melarang ustaz atau mubalig yang melaksanakan tugas dakwah," kata Zainut dalam keterangan resminya, Senin (12/4) .

Baca Lainnya :

Zainut hanya mengimbau kepada para tokoh agama menyampaikan materi dakwah yang memiliki semangat menjaga nilai-nilai kerukunan, persaudaraan dan toleransi. Ia menilai dibutuhkan kearifan para tokoh agama di Indonesia yang sangat majemuk.

"Oleh karena itu, penting bagi pimpinan ormas Islam memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan persaudaraan sesama umat Muslim dan antar komponen anak bangsa," kata dia.

Lebih lanjut, Zainut meminta agar perbedaan yang terjadi antarumat Islam jangan sampai menimbulkan perpecahan. Terlebih lagi, perbedaan tersebut hanya pada wilayah cabang agama dan bukan pada pokok ajaran agama.

Ia pun mengatakan masih banyak ditemukan penceramah yang seringkali membesar-besarkan masalah paham khilafiyah. Hal itu berpotensi menimbulkan gesekan sampai penolakan di tengah masyarakat.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.739.750
    Sembuh : 1.600.857
    Meninggal : 48.093
    Dirawat : 90.800

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
kanan - Ied Mubarok
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan-toelf
kanan - Ied Mubarok