Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin

10 Jul 2020, 11:20:23 WIB Opini
Kemarahan Jokowi, Dramaturgi Politik Tutupi Kegagalannya Memimpin

Presiden Joko Widodo dinilai kembali menjalankan dramaturgi politik setelah marah-marah kepada para menterinya saat rapat kabinet pada 18 Juni kemarin.

Saat ini, Presiden Jokowi kembali melakukan dramaturgi dalam rapat terbatas percepatan penyerapan anggaran pada 7 Juli kemarin.

Begitu yang disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun usai melihat video yang diunggah di akun YouTube Sekretaris Presiden.

Baca Lainnya :

Menurut Ubedilah, Presiden Jokowi tengah menakut-nakuti para menterinya untuk menutupi kegagalannya memimpin.

"Itu menakut-nakuti para Menteri untuk menutupi kegagalan dirinya dalam memimpin. Ini secara teoritik bisa dikategorikan sebagai Dramaturgi politik. Setelah drama marah-marah di sidang kabinet kemudian dilanjutkan dramaturginya di dalam rapat terbatas (ratas)," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/7).

Dramaturgi tersebut kata Ubedilah, akan berdampak memunculkan dramaturgi berikutnya. Yang paling memungkinkan ialah dilakukan oleh para menterinya Jokowi.

"Semua dramaturgi itu biasanya akan memunculkan dramaturgi berikutnya," kata Ubedilah.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 365.240
    Sembuh : 289.243
    Meninggal : 12.617
    Dirawat : 63.380

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV