Kebijakan DKI Soal Peraturan Ganjil-Genap di Pasar Dinilai Kurang Efektif

21 Jun 2020, 10:11:48 WIB Ekonomi
Kebijakan DKI Soal Peraturan Ganjil-Genap di Pasar Dinilai Kurang Efektif

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (FKM UI), Syahrizal Syarif tak sepakat dengan kebijakan ganjil-genap di pasar tradisional yang bakal diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Pasalnya, dia menekankan, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di pasar lebih kepada sebuah aturan kesehatan antara penjual dengan pembeli yang datang ke sana.

"Kurang setuju pasar dibuka ganjil genap. Yang harus diatur itu pembeli, pedagang harus didukung misalnya dibantu sarung tangan plastik dan faceshield," kata Syahrizal saat dihubungi Okezone.

Baca Lainnya :

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menyesalkan adanya kebijakan penerapan kios ganjil-genap di pasar tradisional di wilayah Ibu Kota. Pasalnya, itu malah akan membuat kerumunan di suatu pasar pada jam-jam tertentu.

“Memaksa pedagang dengan sistem ganjil-genap bukan hal yang bijaksana. Kalau (kios) banyak, buka semua, maka tidak akan ada kepadatan,” kata Abdullah.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengaku siap berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk memberikan gagasan-gagasan agar tak lagi memaksakan untuk menerapkan sistem ganjil-genap di pasar tradisional.

“Kami siap membuat pasar percontohan yang tidak menggunakan zona ganjil-genap, tapi bisa mendorong agar pasar bisa lebih baik. Lalu, dipastikan pasar ini aman dari Covid-19,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 121.226 kasus, Meninggal: 5.593, Sembuh : 77.557

    🕔08 Agu 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - IG