Jangan Setengah Hati Hajar Maling Uang Rakyat Amoral Bermuka Tebal

10 Des 2021, 16:28:27 WIB Metropolitan
Jangan Setengah Hati Hajar Maling Uang Rakyat Amoral Bermuka Tebal

Setiap 9 Desember Hari Antikorupsi Sedunia diperingati. Maknanya tentu bukan sebatas upacara atau pidato untuk memperingatinya, melainkan mempertanyakan sejauh mana menumbuhkan kesadaran menolak aksi lancung maling uang rakyat sebagai tindak kehidupan sehari-hari.

Mencermati data serta fakta, begitu banyak kasus maling uang rakyat di negeri ini. Hal itu menunjukkan bahwa upaya memberantasnya saja tidak cukup.

Tugas utama memberantasnyayang diamanatkan negara kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sering menimbulkan pertanyaan mendasar.

Baca Lainnya :

Salah satu yang cukup krusial, vonis terhadap pencuri uang rakyat yang terlalu ringan. Belum lagi keputusan Mahkamah Agung yang memberi keringanan hukuman terhadap kasus itu.

Ketika MA mengurangi hukuman Anas Urbaningrum misalnya, masyarakat mempertanyakan konsistensi lembaga hukum tertinggi tersebut terhadap ketentuan yang mestinya mengikat.

Pedoman Hukum Pidana Tindak Korupsi dengan jelas menetapkan kategori paling berat merugikan negara Rp100 miliar atau lebih, pidananya 16-20 tahun atau seumur hidup. Sementara vonis 14 tahun terhadap Anas justru dipotong 6 tahun lewat putusan MA.

Memberi keadilan kepada terpidana yang dikemukakan MA sebagai alasan menjadi problematis jika dimaknai sebagai prinsip keadilan.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 4.277.644
    Sembuh : 4.121.117
    Meninggal : 144.199
    Dirawat : 12.328

Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com