Tip Atur Uang Agar Tak Jebol di Tengah Work From Home

04 Apr 2020, 08:11:01 WIB Ekonomi
Tip Atur Uang Agar Tak Jebol di Tengah Work From Home

Sebagian orang mungkin mengeluh bosan dengan kebijakan bekerja dari rumah (work from home). Sebagian lain, justru bersorak gembira karena bisa menghemat biaya transportasi, biaya jajan, hingga biaya nongkrong-nongkrong.

Maklum, kebijakan work from home, termasuk school from home sudah dijalani nyaris sebulan terakhir. Hal ini dikarenakan penyebaran virus corona belum reda. Bahkan, meningkat menjadi 1.790 kasus per Kamis (2/4), dengan tingkat kematian nyaris 10 persen.

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan. Masalahnya, bekerja atau sekolah dari rumah terkadang membuat jumlah pengeluaran menjadi berkali-kali lipat dibandingkan dengan situasi normal.

Inilah yang harus dipikirkan para ibu sebagai bendahara rumah tangga. Jika tak hati-hati, keuangan dalam beberapa bulan ke depan bisa saja jebol.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Lusiana Darmawan mengatakan beberapa komponen pengeluaran rumah tangga otomatis akan meningkat dengan penerapan bekerja dan sekolah dari rumah.

Misalnya, penggunaan air dan listrik akan lebih sering dari biasanya, sehingga tarif yang harus dibayar juga berpotensi meningkat.

Begitu juga dengan penggunaan gas. Kegiatan masak di rumah otomatis akan meningkat dari biasanya, maka itu gas menjadi lebih cepat habis dan pengeluaran untuk membeli gas akan lebih besar.

Kemudian, sang ibu juga harus memikirkan makanan ringan untuk anak yang lebih banyak karena penerapan sekolah di rumah. Ini semua bisa membuat ibu rumah tangga pusing untuk mengatur keuangan keluarga.

Baca Lainnya :

Namun, Anda sebagai ibu rumah tangga tak perlu khawatir. Lusiana menyatakan work from home dan school from home juga bisa memberi dampak positif untuk keuangan keluarga.

Misalnya, kebutuhan untuk transportasi sehari-hari dan uang jajan anak sekolah otomatis akan berkurang karena banyak menghabiskan waktu di rumah. Nah, sang ibu bisa menutup kenaikan sejumlah kebutuhan rumah tangga dengan dana yang sebelumnya digunakan untuk transportasi sehari-hari dan uang jajan anak sekolah.

Ibaratnya, realokasi dana dari transportasi dan jajan di luar. "Bisa subsidi silang. Uang transportasi misal suami dan istri bisa jadi berkurang, uang jajan anak juga. Uang itu bisa digunakan untuk bayar keperluan keluarga yang naik," ungkap Lusiana kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/4).

Jadi, ibu rumah tangga tak perlu sampai menambah alokasi belanja keluar per bulannya selama menerapkan working from home dan school from home.

Namun, jika dana yang seharusnya digunakan sebagai transportasi dan uang jajan anak tak cukup untuk membayar kenaikan komponen kebutuhan rumah tangga lain, Lusiana menyatakan tak masalah bagi ibu rumah tangga menambah alokasi belanjanya.

Tapi, jangan sampai tambahan itu naik signifikan. "Makanya harus ada strateginya," imbuh Lusiana.

Ambil contoh, ibu rumah tangga bisa mulai menyiapkan rencana mingguan dengan menyiapkan menu makan untuk keluarga, mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, dan makanan ringan. Dengan begitu, jumlah pengeluaran bisa diukur.

"Jadi didata dulu untuk belanja apa saja. Beli juga secukupnya, beli yang perlu, jangan beli yang berlebihan dan justru tidak sehat," terang Lusiana.

Artikel asli






Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 64.958 kasus, Meninggal: 3.241, Sembuh : 29.919

    🕔07 Jul 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG