Syafril Sebut Pemerintah Lambat dan Abai Dalam atasi Penanganan Covid-19

12 Apr 2020, 09:32:51 WIB Politik
Syafril Sebut Pemerintah Lambat dan Abai Dalam atasi Penanganan Covid-19

Penyebaran virus corona atau Covid-19 hingga kini telah memasuki ke seluruh provinsi di Indonesia. Gorontalo menjadi provinsi terakhir yang melaporkan kasus positif Covid-19.

Menanggapi hal itu,  Syafril Syofyan,  Pemerhati Kebijakan Publik, yang juga Aktivis Pergerakan 77-78 mengaku prihatin dengan kondisi penyebaran Covid-19 saat ini. 

“Sebagai Pemerhati Kebijakan Publik saya terbawa emosi, sedih, marah dan kecewa bertumpuk. China dengan tindakan cepat, tegas dan terlihat kejam dapat melokalisir Covid-19 hanya di Provinsi Hubei dan Kota Wuhan sebagai epicentrum supaya tidak menyebar ke Kota dan Provinsi lain,” kata Syafril kepada telenews. id,  Sabtu (11/4/2020).

Baca Lainnya :

Syafril mengungkapkan, Indonesia sekarang sudah terkepung dengan makhluk tidak kelihatan Covid 19. Menyebar kesemua provinsi ini saat epicentrum pandemi Jakarta telah stay at home, kantor dan sekolah tutup, penduduk pendatang di DKI di biarkan exodus pulang kampung, sebagian menjadi carrier si makhluk.

“Fatsalnya Indonesia negara hukum dan negara yang memiliki Pemerintahan. Presiden dan Wapres dipilih rakyat setiap 5 tahun dengan kabinetnya dengan amanah dan harapan berkinerja baik untuk melindungi seluruh rakyatnya,” ujarnya. 

Lebih jauh,  dia menilai bahwa kinerja Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin dalam melakukan persiapan perang  wabah yang melanda dunia, secara kasat mata Pemerintah Jokowi telah abai dan lamban, 2 bulan dilewati Januari dan Februari, dan sama sekali tidak ada kegiatan persiapan yang dipertunjukan adalah keangkuhan dan memandang mudah wabah baik dari pernyataan Presiden Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin, Menkes Terawan, dan canda dari beberapa Menteri yang jika di putar ulang sungguh sangat menyakitkan.

Menurut dia, dalam negara hukum pertanggung jawaban utama secara hirarkis adalah Presiden Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin, Menkes Terawan yang memberikan masukan sangat sombong,  Menko Mavest Luhut Binsar Panjaitan yang tetap ngotot, untuk TKA China untuk perusahaan strategis masuk. 


Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 52.812 kasus, Meninggal: 2.720, Sembuh : 21.909

    🕔28 Jun 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG