Pendapat WHO, IDI, dan BMKG tentang Manfaat Berjemur

07 Apr 2020, 20:20:38 WIB Kesehatan
Pendapat WHO, IDI, dan BMKG tentang Manfaat Berjemur

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan berjemur sinar matahari dengan termperatur lebih dari 25 derajat Celcius tidak bisa mencegah infeksi virus korona atau covid-19.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi WHO, virus SARS-CoV 2 penyebab COVID-19 tetap bisa menginfeksi manusia meskipun berada di negara dengan suhu yang panas sekalipun.

WHO melihat kasus infeksi covid-19 yang terjadi di negara-negara beriklim panas, seperti Arab Saudi dan negara di timur tengah lainnya.

Baca Lainnya :

Meski begitu, WHO menyarankan masyarakat melindungi diri dari covid-19 dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu setiap orang juga diimbau untuk tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung terlebih saat tangan kotor.

Pernyataan WHO diamini Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih, yang mengatakan berjemur di bawah sinar matahari tidak dikatakan sebagai pencegahan covid-19.

Kendati demikian, Daeng mengakui bahwa berjemur sinar matahari selama 10 hingga 15 menit bagus untuk kesehatan. Yaitu untuk mendapatkan vitamin D.

"Berjemur memang bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak bisa dikatakan sebagai pencegahan covid-19," kata Daeng.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 64.958 kasus, Meninggal: 3.241, Sembuh : 29.919

    🕔07 Jul 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Mari Berqurban
kanan - IG