Hukum dan Cara Membayar Fidyah untuk Ganti Puasa

12 Mei 2021, 04:53:28 WIB Dunia Islam
Hukum dan Cara Membayar Fidyah untuk Ganti Puasa

Puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi muslim. Namun, bagi yang memiliki udzur syar'i diperbolehkan tidak berpuasa. Sebagai gantinya mereka harus membayar fidyah.

Fidyah diambil dari kata 'fadaa' yang artinya mengganti atau menebus. Fidya dapat diartikan sebagai memberi makan orang miskin sebagai ganti puasa bagi orang yang tidak sanggup menjalankan puasa.

Ada beberapa orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dan membayar fidyah. Seperti orang lanjut usia dan renta, orang yang sakit dan ditetapkan sulit sembuh, wanita hamil dan menyusui.

Baca Lainnya :

Hukum dan Cara Membayar Fidyah untuk Ganti Puasa Foto: iStock

Hukum membayar fidyah adalah wajib. Hal tersebut tertulis jelas dalam Al Qur'an Surah Al-Baqarah ayah 184, "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (ibadah puasa) membayar fidyah,".

Lantas makanan seperti apa yang harus diberikan dan berapa jumlah takarannya? Membayarkan fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari berpuasa yang ditinggalkan.

Setiap 1 hari meninggalkan puasa, maka mereka harus membayar fidyah kepada 1 orang fakir miskin. Sementara besaran membayar fidyah yang diberikan adalah senilai 1 mud bahan makanan pokok.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.976.172
    Sembuh : 1.786.143
    Meninggal : 54.291
    Dirawat : 135.738

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc