Guyon Gus Dur, Bintang, dan Nasib Kritik Jenaka di Indonesia

18 Jun 2020, 14:38:58 WIB Opini
Guyon Gus Dur, Bintang, dan Nasib Kritik Jenaka di Indonesia

Sejumlah serangan terhadap pengkritik dengan kemasan jenaka alias satir kepada pemerintah dan aparat dipandang sebagai bentuk kurangnya keterbukaan sekaligus minimnya tokoh berintelektual tinggi. Indonesia pun dianggap tengah darurat humor.

Diketahui, polisi memeriksa seorang warga di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, Ismail Ahmad, terkait unggahannya di sosial media dengan mengutip guyonan lama Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang polisi.

Ismail mengunggah meme dengan tulisan, 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'. Usai proses klarifikasi, Ismail meminta maaf.

Baca Lainnya :

Tak ketinggalan, kritik bernada guyon dari Komika Bintang Emon soal kasus Novel Baswedan juga sempat memicu serangan akun anonim di media sosial.

Dalam video yang diunggah ke akun medsos pribadinya, Bintang menyindir dalih Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait tuntutan ringan kepada dua terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel.

Tiga akun anonim yang menyerangnya kini sudah ditutup. Sejumlah pihak mengaitkannya dengan ulah pendengung alias buzzer pembela penguasa.

Peneliti di Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Jati menilai fenomena ini terjadi karena publik semakin ekspresif dalam menyampaikan pendapat serta ingin tahu soal isu terkini. Di sisi lain, negara dalam kondisi waspada terhadap kritik.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 392.934
    Sembuh : 317.672
    Meninggal : 13.411
    Dirawat : 61.851

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia



+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook