Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan

09 Jul 2020, 14:51:22 WIB Pendidikan
Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan

Kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali mendapat sorotan dan kritik tajam dari sejumlah praktisi dan pengamat pendidikan.

Nadiem dianggap belum dapat mewujudkan secara nyata program dan visi Nawacita sebagai Menteri Pendidikan sebagaimana harapan tinggi yang telah disematkan kepadanya saat ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang lebih sejak sembilan bulan yang lalu.

Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyudi Kumorotomo menyatakan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan tidak betul-betul menguasai peta persoalan pendidikan di Indonesia. "Nadiem agaknya lebih cocok menjadi salah satu dirjen dalam Kementerian Pendidikan yang dapat membuat inovasi di bidang teknologi pendidikan," ujar Wahyudi Kumorotomo dalam diskusi zoom dan live youtune Pustakapedia, Selasa (7/7/2020) bertema, “Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem Mau ke Mana?”

Baca Lainnya :

Selain Wahyudi Kumorotomo, diskusi online itu juga diikuti beberapa pembicara. Pengantar diskusi CEO Pustakapedia, Akhmad Muzambik, Narsum Pakar Pendidikan Doni Koesoema A dan Ketua Ikatan Guru Indonesia – IGI Muhammad Ramli Rahim, pemantik David Krisna Alka Editor in Chief Pustakapedia, dan dimoderatori oleh Andriansyah Syihabuddin.

Wahyudi beralasan terdapat konteks yang berbeda di Kemendikbud yang kini menangani semua jenjang pendidikan di Indonesia. Selain itu, ide Nadiem yang menghendaki semua kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dilakukan secara daring tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Banyak daerah yang belum mempunyai infrastruktur pendidikan yang memadai. Jangan lagi internet, bahkan banyak daerah di Indonesia yang belum teraliri listrik. Hal ini tentu memerlukan segregasi dan segmentasi kebijakan sesuai dengan kenyataan di setiap daerah. Artinya tidak semua jenjang dan daerah dapat dilakukan PBM secara daring karena banyak materi pembelajaran yang memerlukan mentoring pengajar,” kata Wahyudi.

Wahyudi juga menyoroti program Merdeka Belajar dengan banyak catatan. Program ini menurutnya, pada tingkat operasional tidak benar-benar dapat diimplementasikan untuk mewujudkan pembelajaran secara merdeka sesuai dengan visi dan konsep yang dibuat. "Program Merdeka Belajar sejauh ini tampak baru sebatas gimmick," tegasnya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 121.226 kasus, Meninggal: 5.593, Sembuh : 77.557

    🕔08 Agu 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - IG
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - IG