Firli Bahuri Kembali Dilaporkan ke Dewas KPK Terkait Sewa Helikopter

11 Jun 2021, 14:36:50 WIB Hukum
Firli Bahuri Kembali Dilaporkan ke Dewas KPK Terkait Sewa Helikopter

"Tentu laporan kami (kali ini) berbeda dengan putusan yang sempat dijatuhkan dewan pengawas kepada Firli karena kami beranggapan dalam sidang tersebut dewan pengawas hanya formalitas belaka mengecek kuitansi yang diberikan oleh Firli," ucap Kurnia.

Sebab, menurut Kurnia, Dewas KPK seharusnya tak hanya mendalami kebenaran bahwa Firli Bahuri menyewa helikopter. Tetapi seharusnya turut menelusuri besaran harga sewa helikopter dan biaya yang dikeluarkan Firli Bahuri,

Lantaran, ICW menemukan adanya ketidaksesuaian harga sewa yang dicantumkan Firli dalam kuitansi tersebut.

"Harusnya kuitansi itu ditelusuri karena nilainya sangat janggal. Kalau kita cermati lebih lanjut, satu jam penyewaan helikopter yang didalilkan oleh Firli sebesar Rp 7 juta, kami tidak melihat jumlahnya seperti itu. Karena empat jam sekitar Rp 30 juta justru kami beranggapan jauh melampaui itu, ada selisih sekitar Rp 140 juta yang tidak dilaporkan oleh ketua KPK tersebut," ujarnya.

Terkait pelaporan dugaan pelanggaran etik ini, Kurnia menyebut bahwa tindakan Firli setidaknya telah melanggar dua pasal berbeda. Kedua pasal itu yakni pasal 4 ayat 1 huruf a terkait dengan kewajiban untuk bertindak jujur bagi setiap insan KPK serta pasal 1 ayat 1 huruf g terkait dengan larangan penerimaan gratifikasi tersebut.

Oleh karena itu sejumlah bukti, kata dia, dilampirkan ICW untuk mempermudah kerja dewas dalam menyidangkan perkara etik yang dilakukan Firli.

"Kami melampirkan beberapa temuan kami terkait dengan perbandingan harga penyewaan helikopter di beberapa perusahaan dan memang angka yang disampaikan Firli dalam persidangan dewas tersebut yang tercantum dalam putusan dewas sangat janggal dan apalagi helikopter yang digunakan adalah helikopter yang mewah, begitu," kata Kurnia.

Sehingga ICW berharap dewas dapat menyidangkan dugaan pelanggaran etik Firli ini secara adil tentunya dengan mempertimbangkan sejumlah fakta fan bukti yang mereka lampirkan dalam laporannya.

"Kami berharap dewan pengawas bisa melihat fakta ini secara objektif tidak ujug-ujug mengatakan bahwa laporan ini sudah pernah disidangkan tapi mendalami materi yang kami sampaikan, melihat bukti yang kami uraikan, dan memanggil Firli bahuri untuk selanjutnya disidang atas dugaan pelanggaran kode etik, begitu," tutupnya.

Terkait adanya pelaporan ini, Firli Bahuri belum memberikan komentarnya. [SB]

<< Kembali ke Halaman Sebelumnya




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 3.331.206
    Sembuh : 2.686.170
    Meninggal : 90.552
    Dirawat : 554.484

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc