Duduk Perkara JNE Kubur Beras di Depok hingga Kasus Dihentikan Polisi

05 Agu 2022, 11:17:27 WIBHukum
Duduk Perkara JNE Kubur Beras di Depok hingga Kasus Dihentikan Polisi

JNE Express membeberkan awal beras bantuan presiden (Banpres) dikubur di kawasan Sukmajaya, Depok. Polemik ini memang telah dihentikan kepolisian karena tak melanggar unsur pidana.

VP Quality Assurance and Facilty Management JNE, Samsul Djamaludin mengatakan, awalnya JNE menjalin kontrak dengan PT. SSI untuk pendistribusian beras bantuan presiden pada bulan Mei dan Juni 2020 lalu.

Di tengah kerja sama itu, JNE mengalami kendala yakni beras terkena hujan saat proses pendistribusian. Dari Bulog, beras itu memang dalam kondisi baik.

Baca Lainnya :

"Pekerjaan yang kita dapatkan untuk proyek distribusi beras ini kita lakukan di bulan Mei dan Juni 2020. Itu semua kita lakukan proses delivery tuntas. Karena kontrak kita di Mei dan Juni 2020. Beras kami terima dari Bulog dalam kondisi baik tapi dalam proses transportasi kena hujan," kata Samsul dalam konferensi pers di Jet Ski Cafe, Jakarta Utara, Kamis (4/8).

Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). 

Dilanjutkan Kuasa hukum JNE, Hotman Paris Hutapea. Dia menuturkan, jumlah beras yang dibagikan sebesar 199 ton. Sedangkan beras yang rusak sejumlah 3,4 ton atau 0,05% dari jumlah beras yang dibagikan.

"Sekali lagi, beras yang dibagikan itu 199 ton yang rusak cuma 3,4 ton atau 0,05 persen. Yang rusak itu sudah diganti beras baru dikirimkan ke rakyat," kata Hotman.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook