DPR: Sanksi Sosial untuk Pelanggar PSBB Kadang Dijadikan Objek Lelucon

26 Sep 2020, 05:13:03 WIB Politik
DPR: Sanksi Sosial untuk Pelanggar PSBB Kadang Dijadikan Objek Lelucon

Anggota DPR dari Fraksi PAN Intan Fauzi menyayangkan penerapan sanksi sosial di lapangan dalam rangka mengendalikan Covid-19 sudah kebablasan. Pasalnya, sanksi sosial justru dijadikan objek lelucon atau objek eksploitasi.

"Dalam implementasinya di lapangan, sanksi sosial agak kebablasan. Bahkan, sanksi sosial ini menjadi objek lelucon atau bahkan objek eksploitasi terhadap para pelanggar protokol Covid-19," ujar Intan dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Kebablasan pelaksanaan sanksi sosial di lapangan, kata Intan, menyebabkan makna sanksi sosial ini menjadi bias. Karena itu, Intan mendorong bentuk sanksi sosial ini harus diurai secara jelas agar tidak bias makna dan masing masing memiliki interpretasi yang keluar dari aturan.

Baca Lainnya :

"Hal ini penting, mengingat sanksi ini dirancang guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan," ungkap dia.

Menurut Intan, definisi sanksi sosial harus jelas. Pasalnya, dalam banyak kasus pelanggaran protokol kesehatan, hukuman sosial tergantung kreativitas aparat pelaksana. Peraturan sanksi sosial perlu diatur secara rigid, sehingga tidak menimbulkan multitafsir dalam impelementasi di lapangan.

"Misalnya sanksi sosial memeluk pohon, atau hukuman fisik terhadap wanita sambil ditonton banyak petugas pria, ini bentuk pelecehan terhadap perempuan. Hal ini sudah berlebihan, sebab sanksi sosial ini sudah memasuki ranah privat seseorang," ungkap dia.

Efek Jera

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 381.910
    Sembuh : 305.100
    Meninggal : 13.077
    Dirawat : 63.733

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV