DPR Kritik Menag: Pasar Penuh, Salat Id di Masjid Dilarang

23 Mei 2020, 13:03:10 WIB Dunia Islam
DPR Kritik Menag: Pasar Penuh, Salat Id di Masjid Dilarang

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto kembali menyinggung soal relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam sektor peribadatan selama pandemi virus corona.

Yandri menyoroti fenomena relaksasi PSBB dalam sektor niaga yang membiarkan pusat perbelanjaan beroperasi, sementara pemerintah melarang umat Islam melaksanakan salat Idulfitri berjemaah di masjid atau lapangan.

Baca Lainnya :

"Karena ini juga keluhan dari masyarakat kita, kenapa mal-mal sekarang buka, dan itu tidak dibubarkan Pak Menteri, dibiarkan saja Pak Kiai, jam 11 sampai 10 malam, pasar penuh juga dibiarkan," kata Yandri usai pelaksanaan Sidang Isbat yang juga dihadiri Menteri Agama Fachrul Razi di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Jumat (22/5).

Yandri juga meminta kepada Kemenag agar menjamin tak ada tindakan kekerasan kepada warga yang masih melaksanakan salat Idulfitri secara berjamaah pada 1 Syawal 1441 H yang jatuh pada Minggu (24/5) depan.

Menurutnya, tindakan represif sangat tidak patut dilakukan. Pemerintah diminta menggunakan dialog interaktif dalam memberikan pengertian dan imbauan kepada masyarakat.

"Jika saja nanti 1 Syawal 1441 H ada warga atau umat kita yang tetap salat di lapangan atau di rumah, mohon kiranya, kami dari DPR berharap tidak ada tindakan represif dari aparat keamanan, tidak ada pembubaran ataupun kekerasan," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 368.842
    Sembuh : 293.653
    Meninggal : 12.734
    Dirawat : 62.455

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook