Deklarasi KAMI di Surabaya Diadang Massa, Peserta Dilarang Masuk

28 Sep 2020, 12:46:56 WIB Politik
Deklarasi KAMI di Surabaya Diadang Massa, Peserta Dilarang Masuk

Ratusan orang mengatasnamakan 'Surabaya Adalah Kita' berujuk rasa dan mengadang para peserta silaturrahim Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Gedung Juang 45 Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 28 September 2020. 

Deklarasi itu dikabarkan dihadiri mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. 

Massa penolak beraksi setelah tersebar poster silaturrahim KAMI di media sosial sejak Minggu, 27 September 2020. Isi poster, 'KAMI Mengundang Silaturrahmi Akbar; Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Provinsi Jawa Timur, Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru'. Foto Gatot, Din Syamsudin, dan Rochmat Wahab terpampang di poster.

Baca Lainnya :

Dalam aksinya, massa 'Surabaya Adalah Kita' menilai KAMI merupakan gerakan makar dan pengkhianat terhadap bangsa dan negara. Orator itu juga menyebut bahwa koalisi tersebut yang justru akan memecah belah bangsa. 

"Kami mendesak pada TNI-Polri melarang kegiatan KAMI di Surabaya. ‘Surabaya Adalah Kita’ siap mengawal dan menjaga agar situasi Surabaya tetap aman dan kondusif," kata salah satu orator. 

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Andri Adi Kusumo, mengatakan, aksi digelar karena pihaknya tidak ingin ada kelompok tertentu yang merongrong kewibawaan pemerintah. Menurutnya, KAMI adalah bentuk trik politik yang ingin menyerang pemerintahan yang sah.

"Lagi pula, Surabaya sekarang sedang memerangi COVID-19 dan mereka (KAMI) justru menggalang kerusuhan. Maka, kami menolak semua kegiatan KAMI," ujarnya.


Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 368.842
    Sembuh : 293.653
    Meninggal : 12.734
    Dirawat : 62.455

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV