Cara Membayar Hutang Puasa

04 Apr 2022, 15:43:37 WIBDunia Islam
Cara Membayar Hutang Puasa

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap orang muslim. Puasa Ramadhan adalah rukun islam yang ketiga setelah shalat. Kewajiban puasa tersebut sebagaimana firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 183, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Kewajiban puasa sudah ada sejak umat terdahulu, namun puasa Ramadhan baru disyariatkan pada umat nabi Muhammad SAW. Seseorang diwajibkan puasa bila memenuhi syarat yaitu; beragama islam, sudah aqil baligh, berakal, sehat atau tidak dalam keadaan sakit, suci dari haidh dan nifas, tidak sedang safar dan mampu berpuasa.

Orang dalam syarat tersebut diatas apabila memiliki sebuah halangan Allah memberikan rukhshoh atau keringanan untuk mengganti puasanya di kemudian hari. Penggantian puasa tersebutlah yang dinamakan sebagai hutang puasa. Adapun orang yang mendapat keringanan dalam berpuasa sudah diatur dalam surah al Baqarah ayat 184 yakni:

Baca Lainnya :

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Dalam Tafsir Quraish sihab dijelaskan :

Allah mewajibkan kalian berpuasa di hari yang terbatas hitungannya. Seandainya saja berkehendak, maka Dia akan menambah jumlah hari-hari itu, akan tetapi Allah tidak akan memberati hamba-Nya dengan pekerjaan yang berada di luar batas kemampuannya. Maka barangsiapa yang sedang sakit dan puasa akan membahayakan dirinya atau sedang dalam perjalanan, maka mereka boleh tidak berpuasa pada hari itu tapi wajib menggantinya di hari lain saat sembuh atau sekembali dari perjalanan.

Adapun mereka yang tidak mampu berpuasa kecuali dengan susah payah--bukan karena alasan sakit atau bepergian, tapi oleh alasan yang bersifat tetap seperti usia lanjut atau penyakit yang tidak bisa diharap kesembuhannya-mereka itu boleh tidak berpuasa. Sebagai gantinya mereka diwajibkan memberi makan orang-orang fakir yang tidak mempunyai sesuatu untuk dimakan. Barangsiapa melakukan puasa sunnah sebagai tambahan atas puasa yang wajib, itu baik bagi dirinya karena puasa itu selamanya baik bagi yang memahami hakikat ibadah.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook