Bentrokan 2 Ormas di Bekasi Diduga karena Tolak Bayar Kopi

22 Mei 2020, 04:39:56 WIB Hukum
Bentrokan 2 Ormas di Bekasi Diduga karena Tolak Bayar Kopi

Bentrokan dua organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis malam diduga sebagai aksi balasan dari ormas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap ormas Pemuda Pancasila (PP).

Humas Polres Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menjelaskan, pemicu bentrokan diduga berawal dari anggota Pemuda Pancasila yang mengeroyok seorang pemilik warung di Jalan Kampung Rawa Bojong, Bintara, Kota Bekasi.

Empat orang dari Pemuda Pancasila tak terima ketika pemilik warung menagih mereka untuk membayar kopi yang telah diminum.

Baca Lainnya :

"Setiap malam anggota Pemuda Pacasila yang di pos selalu pesan kopi lebih dari 6 gelas tapi tidak mau membayar," kata Erna dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020) malam.

"Karena situasi lagi sepi sebagai dampak Corona, Toto minta uang kopi dan terjadi adu mulut sehingga terjadilah pengeroyokan," sambung dia.

Erna menerangkan, saat itu salah seorang Pemuda Pancasila mengeluarkan kalimat menantang organisasi silat PSHT.

Pendek kata, anggota silat PSHT mendatangi lokasi pada pukul 15.00 WIB. Orang yang mengeroyok pemilik warung itu pun dicari-cari.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

  • Positif Corona hingga hari ini : 22.750 kasus, Meninggal: 1.391, Sembuh : 5.642

    🕔25 Mei 2020

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran
kanan - Bantu Ibu Ini Merawat Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - 100 Hari Jago Marketing, sambil Donasi Rumah Quran
kanan - Bantu Ibu Ini Merawat Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa