Arteria: Pilkada Pilihan Terbaik dalam Keadaan Terburuk

22 Sep 2020, 12:14:09 WIB Politik
Arteria: Pilkada Pilihan Terbaik dalam Keadaan Terburuk

Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku memahami maksud mengapa pemerintah tetap berniat melangsungkan Pilkada di 270 daerah pada 9 Desember 2020 meskipun berbagai lapisan masyarakat mendesak agar Pilkada ditunda karena Covid-19 belum reda. "Ini adalah pilihan terbaik dalam keadaan yang buruk seperti sekarang ini," kata Arteria dalam pesan tertulisnya saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (22/9).

Hingga saat ini, ia mengingatkan, semua negara belum dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 ini akan selesai. Padahal, lanjut Arteria, negara perlu menjamin hak Konstitusional rakyat yakni hak memilih maupun dipilih.

Dalam aspek pemerintahan, negara wajib memastikan bahwa masa jabatan seorang kepala daerah tidak boleh berkurang atau berlebih. Dengan demikian, sikap pemerintah bersama DPR dan KPU serta Bawaslu untuk tetap melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan penegakan disiplin disertai dengan sanksi hukum yang tegas terhadap pelanggar wajib kita apresiasi.

Baca Lainnya :

"Saat ini kan sudah terbukti bahwa pemerintah sangat serius untuk dapat menghadirkan pilkada yang sehat, bermartabat, dan aman melalui penyiapan regulasi aparatur maupun sarana dan prasarana pemilu dalam pandemi Covid," ujar Arteria.

Saat ini, regulasi, aparatur, dan stakeholder pilkada serta sistem dan manajemen kepemiluan sudah dikonstruksikan untuk mengahadapi pemilu di tengah pandemi Covid. Karena itu, ia menilai, akan menimbulkan masalah baru, baik secara sosial, politik, ekonomi, kesehatan, maupun demokrasi, jika pilkada itu ditunda.

Arteria mengatakan waktu adalah substansi dari Pilkada. "Artinya perubahan jadwal pemungutan dan perhitungan suara akan sangat menentukan terpilihnya pasangan calon, bisa saja apabila pilkada digeser satu bulan, seminggu, atau satu hari pun akan menentukan keterpilihan salah satu pasangan calon," kata dia.

Sebab, waktu berkaitan dengan strategi pemenangan, konfigurasi politik yang tengah berlangsung. Karena itu, penegasan pemerintah bersama DPR terkait penetapan tanggal 9 Desember menurutnya harus dipahami, paling tidak dalam aspek kepastian hukum pelaksanaan pilkada nya.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 381.910
    Sembuh : 305.100
    Meninggal : 13.077
    Dirawat : 63.733

Berita Populer

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV


+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
Hosting Unlimited Indonesia

kanan - mncTV