Ancaman yang Mengintai Warga RI Usai 279 Juta Data Bocor

24 Mei 2021, 21:12:08 WIB Teknologi
Ancaman yang Mengintai Warga RI Usai 279 Juta Data Bocor

Chairman CISReC Pratama Persadha menyatakan 279 juta data penduduk Indonesia yang diduga bocor bisa sangat berbahaya. Dia mengatakan data itu bisa digunakan untuk kejahatan lain.

"Prinsipnya adalah memang data pribadi ini menjadi incaran banyak orang. Sangat berbahaya bila benar data ini bocor," ujar Pratama kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/5).

Kejahatan yang dimaksud Pratama adalah terkait perbankan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu.

Baca Lainnya :

"Data bisa digunakan pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu dan kemudian menjebol rekening korban," kata Pratama.

Selain itu, penjahat juga bisa melakukan phising yang ditargetkan atau rekayasa sosial. Walaupun di dalam file tidak ditemukan data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit, namun ada beberapa data pribadi.

"Bagi penjahat dunia maya, (itu) sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan dan ancaman nyata," kata dia.

Penjahat siber bisa menggabungkan informasi yang ditemukan di file CSV yang bocor dengan pelanggaran data lain untuk memperoleh profil terperinci. Misalnya, dari data-data yang bocor yang platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Sekilas Info

COVID-19 Indonesia Hari Ini

  • Positif : 1.976.172
    Sembuh : 1.786.143
    Meninggal : 54.291
    Dirawat : 135.738

Berita Populer

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

kanan - bataroster.com
kanan - Emiisc