AKSI PBSA: BAGI DIVIDEN DAN STOCK SPLIT

28 Mei 2022, 11:05:31 WIBEkonomi
AKSI PBSA: BAGI DIVIDEN DAN STOCK SPLIT

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (”PBS” atau ”Perseroan”; kode saham: PBSA) dapat melalui tahun 2021 ini dengan baik meski dihadapkan pada tantangan dan dinamika bisnis yang cukup bergejolak, khususnya dalam menjalani operasional bisnis di tengah wabah pandemi Covid-19. “Pada tahun 2021 profit margin PBS meningkat signifikan dengan mencapai sebesar 30,62 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 8,63 persen” ujar Direktur dan Corporate Secretary PBS, Vincentius Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (27/5/2022).

Peningkatan profit margin ini turut diimbangi dari pencapaian di sektor keuangan secara keseluruhan. Berdasarkan Paparan Publik Tahunan 2021 PBS, Revenue yang diperoleh PBS pada tahun 2021 adalah sebesar Rp.279,16 miliar. Revenue ini mengalami penurunan jika dibandingkan Revenue tahun 2020 yang mencapai Rp.552,6 milliar. Sedangkan Net income tahun 2021 sebesar Rp.83,32 milliar mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp.43,15 miliar. Pada neraca keuangan, total aset PBS meningkat 10,65% dari Rp.702,23 milliar di tahun 2020 menjadi Rp.776,99 miliar di tahun 2021.

Dari sisi proyek, pada tahun 2022 PBS mendapatkan kontrak baru yang berjumlah 582 milliar per Q1 2022. Nilai proyek keseluruhan yang dikerjakan PBS jika ditambah dari proyek yang didapat dari tahun sebelumnya, pada akhir tahun 2022 diharapkan dapat mencapai lebih dari Rp.1 triliun. Jenis proyek yang PBS kerjakan antara lain pembangunan tangki, laboratorium, refinery, glycerin, KCP, dan proyek yang berhubungan dengan sipil, mekanikal serta elektrikal. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di wilayah Sumatera (Dumai, Lampung dan Medan-Sei Mangkei), Kalimantan Selatan (Tarjun), Kalimantan Barat (Kenari, Kapuas, Sejiram, dan Badau), Kalimantan Timur (Melak), Banten (Serang), Jawa Barat (Marunda, Bogor dan Karawang), dan Jakarta.

Baca Lainnya :

Beberapa klien baru yang diperoleh  diantaranya  dari  First  Resources  Group,  PT  Socimas, PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Unilever Oleochemical Indonesia.

Dalam  tahun  2022  ini  kami  akan  menyelesaikan  pembangunan  gedung  kantor  8  lantai  di Jl Hasyim Ashari – Jakarta Pusat untuk digunakan sebagai kantor pusat PBS, dan awal tahun 2023 kami akan menempati gedung baru tersebut.

 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) PBS yang dilaksanakan di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Jum’at (27/5/2022), para Pemegang Saham PBS telah menyetujui penggunaan Saldo Laba (Retained Earnings) untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp.70,5 miliar kepada Pemegang Saham atau Rp.47,- per lembar saham. Langkah ini diambil PBS sebagai penghargaan atas kepercayaan yang diberikan dari seluruh pemegang saham terhadap prospek masa depan PBS.

Selain itu, di dalam RUPST juga telah diputuskan pemecahan nilai nominal saham (Stock Split) dengan rasio 1:2. Aksi korporasi ini dijalankan PBS dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia. “Melalui stock split ini harga saham PBS akan dapat lebih menjangkau para investor lama maupun baru khususnya para investor ritel, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemegang saham Perseroan”, ujar Vincentius. Dengan dilaksanakannya stock split, maka jumlah saham PBS yang beredar di Bursa Efek Indonesia berubah dari semula sejumlah 1,5 miliar saham menjadi 3 miliar saham.


Lanjutkan Membaca ke hal.2 >>




Berita Populer

kanan - bataroster.com
+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook