Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Media Korea Tak Percaya Dipecundangi Bekas Anak Buah STY: Sepak Bola Kita Runtuh!

April 05, 2025 Last Updated 2025-04-05T13:41:00Z

 


Publik Korea Selatan tak menyangka timnas U-17 mereka keok dari Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia U-17 2025.


Kemenangan Timnas U-17 Indonesia membawa luka untuk publik Korea Selatan yang tak percaya negaranya bisa dipecundangi.


Korea Selatan tampil mendominasi dalam pertandingan yang digelar pada Jumat (4/4/2025) di Stadion Pangeran Abdullah Al-Faisal, Jeddah.


Sayangnya, strategi tepat yang diterapkan Nova Arianto membuat skuad asuhan Baek Ki-tae tak kesulitan dalam mencetak gol.


Sejumlah peluang pun didapat, mulai dari sepakan Kim Ye-geon di menit ke-12 yang membentur mistar gawang Indonesia.


Lalu upaya Jang Woo-sik yang juga membentur mistar gawang di menit ke-25, Korea Selatan bahkan mencatat 64 persen penguasaan bola.


Indonesia bukan tanpa peluang emas, Mierza Fijatullah punya kans besar membawa Indonesia unggul di menit ke-14.


Sayangnya keputusan yang buruk membuat eksekusinya mampu dimentahkan kiper Korea Selatan.


Kemenangan Timnas U-17 Indonesia diraih di menit tambahan (90+2'), bermula dari penalti yang diberikan wasit asal China.


Eksekusi Evandra Florasta sempat dimentahkan kiper Korea Selatan, tetapi bola rebound mampu dimanfaatkan dengan baik.


Kekalahan di Piala Asia U-17 2025 membuat publik Korea terkejut, media lokal sampai tak percaya dengan kenyataan ini.


Media Korea Xsport News bahkan sampai mengibaratkan sepak bola Korea runtuh di tangan bekas anak buah Shin Tae-yong.


Karena kekalahan itu, Timnas U-17 Korea Selatan juga terancam tersingkir dari Piala Asia U-17 2025.


Lebih buruknya lagi, Korea Selatan juga berpotensi gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2025.


"Sepak bola Korea telah runtuh! Kekalahan 0-1 yang mengejutkan dari Indonesia," tulis Xsport News.


"Kekalahan itu berisiko membuat Korea Selatan tersingkir dari babak penyisihan grup."


Netizen Korea pun tak percaya dengan kekalahan itu, Timnas U-17 Korea Selatan bahkan dinilai sudah gagal sebagai tim.


Kekalahan dari Indonesia sulit diterima, pelatih Baek Ki-tae dinilai harus segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.


Mereka menumpahkan kekesalahan di kolom komentar laman Xsport News yang berisi artikel kekalahan dari Indonesia.


"Tidak dapat dipercaya! Kami melakukan segalanya untuk mencetak gol, tetapi kebobolan lewat penalti. Itu adalah kegagalan seluruh tim."


"Sulit menerima kekalahan dari Indonesia seperti ini. Tim harus meninjau taktik dan meningkatkan kemampuan finishing," tulis netizen Korea.


Sementara itu, media Korea lainnya, Chosun, menilai tim asuhan Baek Ki-tae harus mengubah cara bermain.


Kekalahan itu membuka mata publik Korea bahwa timnas U-17 mereka kesulitan menghadapi tim yang kuat dalam memanfaatkan peluang.


"Tim tidak bisa hanya mengandalkan bola mati atau tembakan jarak jauh," tulis Chosun.


"Sudah saatnya mengubah cara bermain, terutama saat menghadapi lawan yang tidak terlalu kuat tetapi memanfaatkan peluang."


Di laga selanjutnya, Korea akan menghadapi Afghanistan yang juga menelan kekalahan dari Yaman.


Sementara Indonesia menghadapi Yaman yang sukses mengalahkan Afghanistan dengan skor 2-0, kedua pertandingan digelar pada Senin (7/4/2025).

×