Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kisah David Vetter, Bocah yang Hidup dalam Gelembung Plastik

April 04, 2025 Last Updated 2025-04-04T07:21:47Z


Seorang bocah bernama David Phillip Vetter asal Amerika Serikat (AS) harus hidup di dalam gelembung plastik hampir seluruh hidupnya.


David lahir pada 21 September 1971 dengan mengidap penyakit bernama severe combined immunodeficiency (SCID).


SCID merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh akibat kelainan genetik. Penyakit ini umumnya diidap oleh anak laki-laki.


Bocah yang dikenal sebagai “Bubble Boy” tersebut meninggal dunia pada usia 12 tahun.


Simak kisah hidup David Vetter...


Kisah David Vetter


David dilahirkan pada 21 September 1971 di Texas Children's Hospital, Houston, Texas.


Tak lama setelah lahir, dia terpaksa harus ditempatkan dalam gelembung isolator plastik yang sangat steril karena hasil tes menunjukkan positif mengidap SCID.


David merupakan anak kedua dari pasangan Carol Ann dan David J Vetter. Anak pertama pasangan itu telah meninggal saat masih bayi karena penyakit yang sama.


Ketika Carol Ann mengetahui bahwa ia mengandung anak laki-laki lagi, dokter mengatakan kepadanya bahwa putranya memiliki peluang mengidap SCID sejak dilahirkan.


Saat itu, Carol Ann dan David J Vetter menolak untuk melakukan aborsi dan tetap mempertahankan kehamilan tersebut.


Perjalanan hidup David Vetter


Ketika berusia 6 tahun, David berhasil keluar dari gelembung dengan menggunakan baju khusus sehingga ia bisa berjalan dan bermain di luar.


Baju tersebut dirancang khusus oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), berupa pakaian antariksa atau spacesuit.


Untuk berpindah dari isolator ke pakaian antariksa, David harus merangkak melalui terowongan yang terisolasi.


Setiap kali David menggunakan pakaiannya, para pendamping harus menyelesaikan 24 langkah pengait pra-penjelajahan.


Para pendamping David juga perlu membantunya melakukan 28 langkah prosedur pemakaian pakaian untuk menjaga lingkungannya tetap steril.


Meski hidup di dalam gelembung plastik, David tetap bisa mendapatkan pelajaran sekolah. Ia belajar dari dalam gelembungnya.


Pada usia 11 tahun, David tumbuh lebih bijaksana dan meminta untuk melihat bintang-bintang di langit.


Keluarganya pun mengajak David keluar untuk melihat langit selama 20 menit pada hari ulang tahunnya.


David diketahui memiliki masalah penglihatan karena dibesarkan sepenuhnya dalam ruang tertutup.


Meninggal pada usia 12 tahun


Selama masa kurungannya yang panjang, teknologi medis atau kedokteran pun mengalami kemajuan.


Dilansir dari Washington Post (25/1/2020), David menjalani transplantasi sumsum tulang eksprerimental untuk mengatasi gangguan kekebalan tubuh.


Namun, transplantasi sumsum tulang eksperimental dari saudara perempuannya justru berujung fatal.


Virus Epstein-Barr yang tidak terdeteksi dalam sumsumnya memicu kanker limfoma. Dia meninggal karena kanker tersebut pada 1984 ketika berusia 12 tahun.

×