Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Khofifah Minta Bos Maspion Grup Hindari PHK Pekerja, Dijawab Begini oleh Alim Markus

April 03, 2025 Last Updated 2025-04-03T08:56:37Z


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemilik Maspion Grup, Alim Markus, menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pekerjanya.


Permintaan itu diungkapkan Khofifah ketika menerima silaturahmi Alim Markus di kediamannya, Surabaya, Rabu (2/4/2025).


"Saya menitipkan pesan khusus agar sebisa mungkin tidak ada PHK di perusahaan,” ujar Khofifah, sebagaimana dikutip dari Antara.


Khofifah mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang penuh tantangan. Sementara itu, sektor industri merupakan tulang punggung pembukaan lapangan pekerjaan, terutama di Jawa Timur.


Ia meminta agar perusahaan-perusahaan lebih memilih alternatif lain apabila menghadapi penurunan produksi. Misalnya pengurangan jam atau hari kerja dibandingkan melakukan PHK.


Catatan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, sepanjang 2024 ada 77.965 pekerja yang mengalami PHK. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 64.855 pekerja.


"Kami tidak ingin kondisi ini terjadi di Jawa Timur. Oleh karena itu, saya selalu meminta kepada pengusaha agar mengutamakan kesejahteraan pekerja dan mencari solusi selain PHK," lanjut dia.


Ia kemudian menyoroti data dari Asosiaso Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim yang mencatat sebanyak 40 ribu pekerja terkena PHK selama Januari-Februari 2025.


Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim berkomitmen menjaga kesejahteraan pekerja dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta berkeadilan.


"Kita harus terus mencari solusi terbaik agar kesejahteraan pekerja dan masyarakat meningkat. Prinsipnya, jangan ada PHK," lanjut dia.


Tidak ada PHK di Maspion Grup


Merespons permintaan itu, Alim Markus memastikan Maspion Grup tidak berencana melaksanakan PHK. Menurutnya, kondisi finansial perusahaan masih kuat karena adanya investasi baru yang masuk.


"Saya jamin tidak ada PHK. Jika ada karyawan yang harus dirumahkan, kami akan menyalurkannya ke perusahaan baru dalam grup kami," kata Alim Markus yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Apindo tersebut.


Ia juga mengungkapkan, beberapa investor dari Tiongkok berminat untuk menanamkan modal di Jawa Timur. Mereka berencana untuk menanam padi dan tebu dengan bibit yang didatangkan dari Tiongkok.


"Pada 8 April 2025, saya akan kembali ke Kantor Gubernur Jatim untuk membahas lebih lanjut terkait investasi ini, termasuk perizinannya," lanjut dia.

×