Bagan Gizi Nasional menyebutkan kebutuhan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis tahun depan naik menjadi Rp 28 triliun per bulan. Kebutuhan dana per bulan selama September - Desember tahun ini diperkirakan Rp 25 triliun.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan alokasi dana eksisting tahun ini Rp 71 triliun hanya mampu memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis untuk 17,5 juta penerima.
Oleh karena itu, butuh setidaknya tambahan anggaran Rp 100 triliun mulai September , sehingga menjadi Rp 171 triliun untuk memenuhi target 82,9 juta penerima. Total sasaran penerima Makan Bergizi Gratis 82,9 juta juga sejatinya merupakan target sampai 2029
Meski begitu, Dadan menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun depan naik, karena ada penambahan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang akan bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG alias dapur pusat MBG.
“Tahun depan kami butuh Rp 28 triliun per bulan,” kata Dadan di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (24/4).
Program Makan Bergizi Gratis dimulai pada 6 Januari 2025 untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, baik di sekolah umum maupun sekolah keagamaan.
“Karena banyak laporan anak-anak yang ingin segera mendapatkan manfaat Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo meminta kami mempercepat pendistribusian,” kata Dadan.
Dosen Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor atau IPB itu menjelaskan, proyeksi penambahan kebutuhan anggaran Makan Bergizi Gratis pada September mengacu pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Badan Gizi Nasional kini tengah menggelar pelatihan terhadap 30 ribu petugas SPPG yang dijadwalkan rampung pada Juli. Sebelum bertugas secara penuh di SPPG, para petugas itu harus menjalani masa orientasi lapangan dan pelatihan koordinasi dengan kepala sekolah hingga pemerintah daerah.
“Kami memperkirakan mereka siap melayani per September,” ujarnya.
Dadan melaporkan program Makan Bergizi Gratis telah terlaksana di 38 provinsi, termasuk di Provinsi Papua Tengah. Total ada 693 SPPG yang sanggup melayani distribusi Makan Bergizi Gratis kepada dua juta penerima manfaat.