China pada Rabu (25/3) resmi mengakhiri lockdown di Provinsi Hubei. Ibu Kota Hubei, Wuhan, merupakan tempat virus corona ditemukan.

Keputusan ini diambil usai sudah tak ditemukannya lagi kasus penularan lokal. Namun, terdapat 47 kasus baru yang seluruhnya berasal dari luar negeri.

Dengan berakhirnya lockdown, kini warga di Hubei boleh pergi ke mana pun asalkan berada dalam kondisi sehat. Stasiun kereta dan bandar udara yang ditutup juga sudah dibuka.

Belum semua kota di Hubei telah mengakhiri lockdown. Titik nol virus corona, Kota Wuhan, baru akan beraktivitas normal pada 8 April 2020 mendatang.

Lockdown di Hubei diberlakukan sejak Januari 2020. Beberapa hari terakhir, pemerintah sudah mengizinkan warga kembali bekerja. Namun, sampai saat ini sekolah masih diliburkan.

Ada lebih dari 81.200 kasus corona di China sejak ditemukan pertama kali akhir 2019 lalu, mayoritas terjadi di Hubei.

Sedangkan kematian akibat corona di seluruh China sebanyak 3.281 jiwa.

Semenjak Februari lalu, jumlah penderita corona baru di China menurun drastis. Penurunan menjadi alasan utama China menghapus lockdown di Hubei.

Dari Hubei, saat ini virus corona telah menyebar ke 169 negara. Angka kematian tertinggi di dunia terdapat di Italia sebanyak 6.820 orang. Di Indonesia 686 orang positif corona, 55 meninggal dunia, 30 berhasil sembuh.

Artikel asli