Isra Miraj merupakan peristiwa penting dan penuh makna bagi umat Islam. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dan sesuai dengan kondisi saat ini, termasuk pandemi infeksi virus corona atau COVID-19.

Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT ke Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh dalam satu malam saja. Perjalanan ini merupakan hiburan untuk Rasulullah sekaligus menerima perintah salat wajib lima waktu setiap hari. Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab yang bertepatan dengan Minggu (22/3).

Berikut makna dan hikmah perjalanan Isra Miraj.

1. Allah menyayangi hambanya

Isra Miraj terjadi pada tahun kesedihan saat Rasulullah dilanda banyak cobaan dan ditinggal oleh orang terdekatnya. Isra Miraj merupakan bentuk penghiburan Allah kepada Nabi Muhammad.

Untuk menghibur Nabi Muhammad, Allah mengutus Malaikat Jibril membawa Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina dan diangkat ke Sidratul Muntaha dalam satu malam saja.

“Bahwa Allah sangat menyayangi hambanya yang beriman. Ketika Nabi berada pada ujian yang luar biasa, Allah memberikan kepadanya peristiwa yang menunjukkan orang yang beriman sangat disayangi oleh Allah,” kata pendiri pondok pesantren Al-Afifiyah KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, jelang peringatan Isra Miraj.

2. Keimanan meningkat setelah cobaan
Cobaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebelum Isra Miraj merupakan ujian untuk meningkatkan keimanan. Sama seperti wabah virus corona, sebaiknya dimaknai sebagai cobaan untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah.

Orang yang dapat melalui cobaan dengan baik dan berpegang teguh pada syariat Islam akan mendapatkan karunia yang besar dari Allah.

“Siapa yang berhasil melewati ujian kehidupan, Allah akan membuat peringkat imannya semakin kuat. Kualitas keimanan akan naik serta mendapatkan ketentraman dan karunia dari Allah,” tutur Wahyul.

3. Memperbaiki kualitas salat
Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad menerima perintah salat berkali-kali dari semula 50 kali sehari menjadi lima waktu sehari. Perintah salat ini merupakan bentuk hubungan langsung antara Allah dan Rasulullah.

Peringatan Isra Miraj ini sebaiknya dimaknai untuk memperbaiki kualitas salat yang sekaligus bakal memperbaiki hubungan dengan Allah.

“Salat lima waktu untuk menyambungkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Akan sangat rugi apabila meninggalkannya. Karena salat lima waktu bukan beban, melainkan karunia,” ucap Wahyul.

4. Terjadi di malam hari
Peristiwa perjalanan Isra Miraj terjadi di malam hari. Menurut Wahyul, ada sejumlah alasan yang membuat Allah memilih perjalanan di malam hari saat semua orang terlelap.

Malam hari merupakan waktu yang sepi dan Allah ingin melihat hambanya yang benar-benar beriman. Pada malam hari pula, mendekatkan diri kepada Allah bakal lebih cepat dibandingkan waktu lainnya.

Di tengah wabah virus corona dan isolasi diri, umat Muslim disarankan untuk memperbanyak ibadah dan amalan di malam hari seperti salat tahajud.

5. Mempercayai kekuasaan Allah
Wahyul menjelaskan, Isra Miraj mengajarkan bahwa Allah Maha Kuasa. Perjalanan yang seolah tak masuk akal dapat terjadi dengan kekuasaan Allah.

“Diperlukan kacamata keimanan untuk mempercayai kejadian luar biasa ini sebagai kekuasaan dari Allah,” ujar Wahyul.

Artikel asli