Helikopter militer Myanmar yang membawa atase pertahanan dari kedutaan besar beberapa negara sahabat mengalami kecelakaan di Negara Bagian Shan pada Jumat (6/3). Atase Pertahanan KBRI Yangon, salah satu penumpang selamat dari peristiwa nahas tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha membenarkan insiden tersebut dan memastikan atase pertahanan KBRI Yangon selamat dari kecelakaan tersebut.

“Bapak Atase Pertahanan KBRI Yangon berada dalam helikopter tersebut. Alhamdulillah beliau selamat. Seluruh penumpang dan pilot juga selamat, beberapa diantaranya mengalami luka ringan,” jelas Judha melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/3).

Helikopter militer dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas di Desa Kaungkha, Shan, Myanmar. Satu orang diplomat dan tiga awak dilaporkan luka-luka.

Mengutip Myanmar Times, helikopter nahas tersebut mengalami masalah teknis sehingga harus melakukan pendaratan darurat.

“Saya mengonfirmasi bahwa atase pertahanan Thailand menderita luka-luka di tangan. Peristiwa in terjadi hanya 10 detik setelah helikopter lepas landas,” jelas Ei Ei Toe Lwin, Kepala Staf The Myanmar Times yang berada dalam pesawat tersebut.

Selain membawa atase pertahanan dari negara sahabat, helikopter tersebut juga membawa jurnalis dan pejabat untuk konferensi pers di Desa Kaungkha.

Mayor Jenderal Tun Tun Nyi, juru bicara tim media militer Tatmadaw mengatakan helikopter itu sempat mencapai ketinggian 30 meter dari tanah sebelum baling-balingnya berhenti berputar.

“Pilot akhirnya mengambil keputusan untuk mendarat. Tiga awak termasuk pilot mengalami cidera ringan,” ujar Tun.

“Bagian ekor helikopter mengalami kerusakan. Atase militer dalam kondisi baik-baik saja. Mereka hanya sedikit memar saat helikopter menyentuh tanah,” ujarnya menambahkan.

Rombongan atase militer dijadwalkan melakukan kunjungan ke Kutkai Township, Negara Bagian Shan untuk melakukan konferensi pers pengungkapan fasilitas pabrik yang memproduksi narkoba.

Lokasi kejadian berada di perbatasan dengan China, sekitar 1.013 km dari Ibu Kota Yangon. 

Artikel asli