BataraNews.com – Mantan Pesepak Bola Nasional Turki, Hakan Sukur, dikabarkan kini menjadi Supir Taxi Online di Amerika Serikat.

Setelah memutuskan untuk meninggalkan Sepak Bola yang telah membesarkan namanya itu dan sebelum menjadi supir Taxi Online, Hakan Sukur berkiprah di dunia perpolitikan dan sukses menjadi anggota dewan Parlemen Turki.

Saat Erdogan menjadi Presiden Turki, Sukur kerap mengkritis kebijakan-kebijakannya. Puncaknya, ketika terjadi usaha kudeta terhadap Erdogan, Sukur terkena imbasnya.

Sukur dianggap berpartisipasi dalam kudeta tersebut, sejak saat itu karir politiknya hancur dan kehidupan ekonominya ikut terancam.

“Saya sangat mencintai negara saya. Setelah tak mendukung Erdogan, saya kerap mendapat ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara, dan semua aset saya dibekukan.” kata Sukur.

Tuduhan pemerintahan Erdogan bahwa dirinya terlibat dalam kudeta kala serta pengucilan dirinya itu dinilai Sukur terlalu berlebihan.

“Saya tak memiliki apa-apa lagi, Erdogan telah mengambil semuanya. Hak saya dalam hal kebebasan, kebebasan saya untuk berekspresi, dan hak untuk bekerja. Tidak ada yang bisa memberikan penjelasan apa peran saya dalam kudeta itu. Mungkin saya musuh dari pemerintah sekarang ini, namun bukan untuk negara Turki. Saya cinta negara ini,” kata Sukur, melansir dari Daily Mail, Selasa (14/1/2020).

Kenyataan tersebut membuat Sukur terpaksa hengkang dari negaranya dan memilih Amerika Serikat untuk melanjutkan hidupnya.

Disana, Sukur sempat membuka kafe namun hanya sebentar karena ancaman-ancaman terhadap dirinya belum juga hilang.

“Kemudian saya pindah ke Amerika Serikat. Saya sempat buka kafe di California, namun beberapa kali orang mencurigakan menyatroni saya. Sekarang saya jadi pengemudi Uber dan menjual buku-buku,” kata Hakan Sukur.

Hakan Sukur tercatat pernah mengantarkan timnas Turki ke semifinal Piala Dunia 2002. Setelah berpetualang di klub-klub luar Turki seperti Inter Milan, Parma, dan Blackburn Rovers, dia kembali ke Galatasaray pada 2003. [h&y]