BataraNews.com – Dalam waktu hanya delapan bulan, aplikasi investasi ‘MeMiles’ yang diduga ‘bodong’ sukses meraup omzet hingga Rp 750 Milyar dari member-membernya yang bergabung.

Menurut Kepolisian Daerah Jawa Timur yang sukses membongkar kasus investasi bodong MeMiles, MeMiles merupakan platform digital advertising dengan memadukan 3 jenis bisnis yakni advertising, marketplace dan traveling.

MeMiles memberikan iming-iming yang diluar logika. Misalkan dengan top up Rp 300.000 bisa dapat bonus HP, top up Rp 3 juta dapat sepeda motor dan top up Rp 7 juta dapat Mobil Fortuner.

Bahkan diduga untuk memuluskan usahanya ini, MeMiles dikabarkan juga menggunakan artis-artis terkenal seperti Eka Deli (RD), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN), dan Judika (J).

Namun Keempatnya tersebut saat ini telah dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim untuk dimintai keterangan.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menuturkan Memiles merupakan investasi bodong berkedok aplikasi penyedia jasa iklan. Masyarakat ditawarkan untuk top up dana investasi dengan iming-iming keuntungan selangit.

“Jadi modusnya bergabung menjadi anggota kemudian top up sejumlah dana. Misalnya top up Rp300 ribu nanti bisa mendapatkan ponsel,” ungkap Tongam kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1).

Aplikasi MeMiles ini mulai diluncurkan pada Juli 2019. Sebulan setelahnya dinyatakan ilegal oleh OJK. Namun MeMiles terus didownload ribuan orang. Ratusan miliar rupiah uang masyarakat terhimpun di MeMiles.

“Aplikasi ini telah memiliki 264 ribu member,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

Kabar terbaru, polisi baru menetapkan empat tersangka, yaitu dua bos PT Kam and Kam (Memiles), KTM dan FS, motivator dan perekrut artis berinisial ML alias Dokter Eva, dan tim IT Memiles berinisial PH.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa belasan unit mobil, ratusan aneka barang, dan uang tunai sebesar Rp122 miliar.[h&y]