BataraNews.com – Kader PDIP, Harun Masiku, hingga kini belum melaporkan diri terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus suap terhadap komisioner KPU Pusat, Wahyu Setiawan.

Harun saat ini berstatus buron dan belum kunjung menyerahkan diri ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa.

“Kami telah mengimbau kepada yang bersangkutan untuk segera menghadap ke KPK, kalaupun tidak (kooperatif) nanti kita akan tetap cari dan kita masukkan dalam DPO,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020), seperti dilansir laman Tribun.

Masih kata Ghufron, Harun Masiku sedang berada di luar negeri. Namun di negara mana Harun berada, Ghufron belum bisa membeberkan.

Harun bersama dengan Saefulah diduga memberikan janji suap kepada Wahyu Setiawan Rp900 juta untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lewat jalur pergantian antar waktu (PAW).

Perkara bermula pada awal Juli 2019, salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memerintahkan Doni, seorang pengacara dan caleg PDIP dari Jawa Timur, mengajukan gugatan uji materi pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 2019 tentang Pemungutan Perhitungan Suara ke Mahkamah Agung (MA).

Pengajuan ini terkait dengan meninggalnya caleg PDIP dari Sumatera Selatan, Nazarudin Kiemas, pada Maret 2019. PDIP ingin suara Nazarudin, sebagai pemenang Pileg, masuk kepada Harun Masiku.

Setelah gugatan dikabulkan, PDIP mengirim surat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku. Tapi, KPU tetap menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin.

Pada 13 September 2019, PDIP kembali mengajukan permohonan fatwa ke MA.

Kemudian, PDIP juga mengirim surat penetapan caleg ke KPU pada 23 September 2019.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan untuk membantu penetapan Harun, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta.[bs]

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kader PDIP Harun Masiku Kini Buron, KPK Siap Masukkan ke Daftar DPO, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/01/13/kader-pdip-harun-masiku-kini-buron-kpk-siap-masukkan-ke-daftar-dpo?page=2.
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Choirul Arifin