BataraNews.com – Menjadi sasaran penting oleh negara sekelas Amerika Serikat, membuat nama Qassem Soleimani menjadi begitu terkenal di negaranya, Iran.

Lahir dari keluarga petani miskin, setelah bergabung dengan militer Iran membuat Qassem Soleimani menjadi ‘mesin perang’ yang mengerikan.

Tercatat, puluhan ribu manusia tidak bersalah harus merenggang nyawa atas keputusan-keputusannya itu.

Kejahatan Qassem Soleimani dimulai dari 1979 dan berakhir ditahun 2019 setelah menjadi target Amerika Serikat.

Berikut profil pemimpin militer Iran yang terbunuh, Qassem Soleimani, yang ditulis oleh seorang peneliti independen Abdullah Al-Ghaffari yang merupakan anggota kota Idlib di Suriah.

✅1979-1983: Membunuh puluhan Kurdi Sunni dalam pemberontakan

✅1983: Meledakkan kedutaan Amerika di Beirut yang menyebabkan terbunuhnya 60 warga sipil.

✅1986: Rencana pembajakan maskapai penerbangan Irak pada tahun 1986 sehingga jatuh menewaskan 60 penumpang sipil.

✅1988: Rencana pembajakan maskapai penerbangan Kuwait dan menewaskan dua warga negara Kuwait.

✅2003 hingga kini: Eksekusi tanpa ampun atas lebih dari 5.000 ulama Sunni Irak.

✅2009: Membunuh ratusan siswa dan pendemo di Teheran.

✅2013: Arsitek menggunakan bahan kimia di Ghouta (Suriah) 2013 yang menyebabkan pembunuhan lebih dari 3000 warga sipil dengan mati lemas.

✅2013: Mengepung dan membunuh lebih dari 700 warga sipil di al-Qusayr (Homs) di Suriah.

✅2014: Mengepung kota Homs di Suriah.

✅2016: Membunuh puluhan ribu warga sipil dalam dua bulan setelah mengepung dan menghancurkan kota Aleppo di Suriah.

✅2016: Mengimpor 110.000 tentara bayaran Shitte ke Suriah yang menimbulkan malapetaka pada Sunni dan memperkosa wanita mereka di Al-Safira.

✅2016: Menghancurkan kota Mosul dan menyebabkan pembunuhan 15.000 warga sipil dan mengubur mereka di bawah reruntuhan.

✅2016: Melakukan pembantaian penduduk wilayah al-Saqlawiya di Suriah dan membunuh 1500 Sunni dan menguburkan mereka di kuburan massal.

✅2016: Menggusur penduduk kota Diyala di Irak dan menyeret mereka ke jalan-jalan.

✅2017: Kota Besieging al-Zabadani dan Madaya di Suriah hingga tingkat membunuh 1000 anak-anak.

✅2017: Mengepung kamp Yarmuk di Suriah selama dua tahun hingga orang-orang Palestina mulai makan daun karena kelaparan.

✅2018: Menghancurkan kota Ghouta timur Suriah dan menewaskan lebih dari 15.000 warga sipil setelah mengepungnya selama tiga tahun.

✅2018: Menghancurkan kota-kota Idlib dan Hama dan menewaskan lebih dari 25.000 warga sipil.

✅2019: Membunuh 1500 pemrotes Iran dalam satu bulan protes.

✅2019: Membunuh 1200 pemrotes Irak dalam tiga bulan protes.

✅Menggusur 13 juta warga Suriah dengan membuat mereka tidak memiliki kewarganegaraan dan tunawisma.