BataraNews.com – Pemerintah China secara resmi membuka operasional teleskop radio terbesar di dunia yang akan digunakan untuk penelitian ruang angkasa dan membantu mencari kehidupan di luar bumi.

The Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope atau FAST, yang berukuran 30 kali lapangan sepak bola, dibangun di atas gunung provinsi barat daya Guizhou. Teleskop raksasa itu juga dikenal dengan nama ‘Sky Eye’ di China.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa teleskop tersebut telah menerima persetujuan nasional untuk memulai operasi. Teleskop selesai dibangun pada tahun 2016 dan telah menjalani debugging maupun beberapa kali uji coba.

Chief Engineer FAST, Jiang Peng, mengatakan bahwa operasi uji coba teleskop itu sejauh ini dapat diandalkan dan stabil. FAST juga memiliki sensivitas lebih dari 2.5 kali lipat, dari teleskop terbesar kedua di dunia.

Perusahaan swasta China juga berinvestasi dalam penelitian dan teknologi angkasa luar dengan peluncuran roket pribadi pertama yang berhasil di negara itu pada Mei 2018 lalu.

Ambisi yang lebih besar ada di cakrawala, di mana China terus berupaya mengirim astronaut ke Bulan dan, pada akhirnya, Mars.

“China saat ini sangatlah berdigdaya, mereka memiliki lebih banyak orang, mereka memiliki lebih banyak insinyur, mereka memiliki lebih banyak ilmuwan,” kata Blaine Curcio, pendiri perusahaan riset industri angkasa luar yang berbasis di Hong Kong, Orbital Gateway Consulting.

“Implikasinya adalah, jika mereka terus menjadi lebih baik dalam berbagai skala, mereka mungkin akan menjadi kekuatan utama di beberapa titik. Itu hanya masalah waktu,” lanjutnya memprediksi.

Dilansir Channel News Asia, proyek ini juga telah memperoleh beberapa data ilmiah yang berharga dari waktu ke waktu dan diharapkan dapat membantu mengarah pada beberapa terobosan di bidang-bidang seperti deteksi gelombang gravitasi frekuensi rendah dan molekul antarbintang dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Memajukan program luar angkasa adalah prioritas bagi Beijing. Negara itu juga telah menetapkan target untuk mengejar ketinggalan dari Rusia dan Amerika Serikat dan menjadi kekuatan luar angkasa utama pada tahun 2030. Beijing berencana untuk meluncurkan pembangunan stasiun luar angkasa berawaknya sendiri tahun depan.[h&y]