BataraNews.com – Dua anggota Brimob diserang saat mengevakuasi korban mutilasi di Sulawesi Tengah. Diduga adalah sekelompok orang tak dikenal yang diduga terkait teroris Poso menembaki personel polisi yang tergabung dalam Operasi Tinombala dan warga Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat, 13 Desember 2019. Dalam insiden ini, seorang anggota polisi dikabarkan meninggal.

Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.

Pelaku penembakan ini diduga merupakan jaringan kelompok teroris yang bersembunyi di hutan-hutan yang ada di Poso. Belum ada konfirmasi resmi mengenai peristiwa ini dari pihak kepolisian. “Saya belum dapat informasi yang pasti karena saat ini masih ditelusuri oleh tim Operasi Tinombala Polda Sulteng,” kata Kapolres Parigi Ajun Komisaris Besar Zulham Effendy Lubis.

Enam puluh personel Brimob tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala Polda Sulawesi Tengah yang bertugas mengejar sejumlah anggota yang tersisa dari kelompok teroris Poso setelah pemimpin lamanya, Santoso tewas ditembak aparat.

“Saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng masih mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diketuai Ali Kalora dan kawan-kawan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Dedi mengungkapkan, kondisi dua polisi yakni Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang mengalami luka tembak berangsur membaik. Sebelumnya, kedua polisi itu menjalani operasi di RS Bhayangkara Polda Sulteng, Palu.

“Membaik, kondisinya stabil. Saat ini masih di rumah sakit,” katanya. [h&y]