BataraNews.com – Setiap 9 Desember diperingati sebagai International Anti-Corruption Day atau Hari Anti Korupsi Sedunia.

Peringatan ini berawal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyetujui untuk melaksanakan sebuah Konvensi Anti Korupsi (United Nations Convention Against Corruption) di Meksiko. Konvensi ini dimaksudkan untuk memerangi tindak korupsi yang dinilai sudah merajalela dimana-mana.

Korupsi adalah kejahatan serius yang dapat merusak pembangunan sosial dan ekonomi di semua masyarakat. Oleh karena itu perlu ada dorongan yang kuat untuk memberangusnya.

Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Internasional ini PBB mengenalkan tema “Bersatu Melawan Korupsi” yang berlaku setiap tahun.

Sedangkan di indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019 di gedung KPK, Berbeda dari tahun-tahun lalu, Presiden Joko Widodo tidak hadir. Kali ini yang hadir adalah Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Padahal, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berharap agar Jokowi menghadiri seremoni tersebut. Lantas, apa jawaban Jokowi terkait hal ini?


“Ini kan Pak Ma’ruf belum pernah ke sana, ya bagi-bagilah. Masa setiap tahun saya terus. Ini Pak Ma’ruf belum pernah ke sana. Silakan Pak Ma’ruf, saya di tempat lain,” kata Jokowi seusai menghadiri pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa tahun – tahun nya selalu hadir pada Harkordia

“Setiap tahun saya hadir, setiap tahun saya hadir,” kata Jokowi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengharapkan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Saut mengatakan, ia mengharapkan kehadiran Jokowi agar bisa melakukan perpisahan terakhirnya sebelum masa periode pimpinan KPK berakhir.

“Tapi saya berharap hadirlah, apakah wakil atau Pak Jokowi. Pak Jokowi-lah yang hadir,” kata Saut selesai menjadi pembicara di acara Cross Check bertajuk Hentikan Diskon Hukuman
Koruptor yang digelar di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).

“Biar bisa salaman terakhir kali, salaman-salaman sama kami berlima kan, bila perlu peluk presiden-nya,” kata dia.

Hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatikan Johnny Plate, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Kemudian Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua Partai Demokrat Agus Yudhoyono.

Dalam sambutannya di KPK, Ma’ruf Amin menekankan peringatan Hari Antikorupsi merupakan upaya penyadaran publik terhadap persoalan korupsi di Tanah Air. Korupsi merupakan kejahatan sistemik yang menjadi masalah serius dan menghambat pembangunan. “Arahan presiden jelas. Jangan korupsi dan tutup celah terjadi korupsi. Presiden juga punya arahan agar pencegahan korupsi di prioritaskan pada sektor perizinan dan pelayanan publik,” ujar Ma’ruf Amin di Jakarta, Senin (9/12). Menurut Ma’ruf, pemerintah secara konsisten telah melakukan langkah perbaikan regulasi dan tata kelola kelembagaan. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi untuk menutup celah korupsi. [h&y]