BataraNews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut akan memberhentikan empat direksi PT Garuda Indonesia. Keputusan itu menyusul ditemukannya kargo gelap di perusahaan tersebut.

Erick mengaku menemukan pelanggaran itu seusai bertemu dengan komisaris perusahaan penerbangan pelat merah itu.

“Sesuai laporan komisaris nanti ada direksi lain yang akan dinonaktifkan. Ini bisa bongkar total jadinya. Ada empat tambahan baru yang akan dinonaktifkan,” tutur Erick, di Kementerian BUMN, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Tempo, Sabtu (7/12).

“Yang sangat menyedihkan ini sistemik, bukan akting seseorang. Ini yang saya sedih banget,” kata dia.

Dia mengatakan saat ini mempersilahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menelusuri kasus seperti yang dilaporkan. Kendati begitu, dia mengaku belum ada rencana untuk mencopot direksi Garuda saat ini.

“Tapi ya kita lihat saja proses yang berjalan sekarang ini. Kita tunggu saja,” ujar Erick.

Sebelumnya Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menahan sebuah sepeda motor Harley Davidson bekas yang diselundupkan di pesawat baru Garuda Indonesia. Motor besar itu diurai dan dikemas dalam 15 paket kargo. Barang ini diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia yang didatangkan dari Toulouse, Prancis. Pesawat Airbus A330-900 ini bertolak dari Toulouse Sabtu 16 November dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Minggu 17 November siang.

Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati buka suara terkait dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut pesawat anyar maskapai Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo.

Sri Mulyani mengakui modus penyelundupan memang kerap terjadi. “Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi berbagai cara,” ujarnya seusai menghadiri acara Hari Anti-Korupsi Sedunia di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Rabu, 3 Desember 2019.

Sri Mulyani memastikan bakal memperketat pengawasan melalui Bea Cukai. Ia juga meminta Bea Cukai meningkatkan kemampuan mengendus modus penyelundupan barang ilegal. Caranya dengan menjalin kerja sama dengan negara lain. “Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya,” tuturnya. [h&y]