BataraNews.com – Menteri BUMN Erick Thohir telah resmi mencopot I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia. Publik menyerukan agar posisi kekosongan Dirut Garuda Indonesia diisi oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Keputusan tegas yang diambil oleh Erick Thohir mengejutkan banyak pihak. Publik juga tak menyangka bila Ari Ashkara ternyata melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton yang ditemukan di dalam pesawat garuda.

Erick Thohir menjelaskan, proses pemberhentian tersebut tetap dalam prosesnya yakni menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

“Saya akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini ada prosedurnya,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/11/2019).

Menurut Erick, Ari Askhara diduga telah melakukan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik tahun 1972 sejak tahun 2018.

Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan transfer dana ke rekening pribadi finance manager Garuda Indonesia berinisial IJ di Amsterdam.

“Ini menyedihkan. Ini proses menyeluruh di BUMN bukan individu, tapi menyeluruh. Ini Ibu (Sri Mulyani) pasti sangat sedih,” ujar dia.

Tidak sampai disitu, Erick mengungkapkan, pihaknya akan melihat lagi lebih dalam siapa saja oknum lain yang tersangkut dalam penyelundupan.

“Kita proses secara tuntas apalagi ada kerugian negara, tidak hanya perdata juga pidana,” katanya.

Di samping itu, banyak warganet yang mulai menduga-duga sosok pengganti Ari Ashkara yang akan menduduki kursi Dirut Garuda Indonesia. Nama Susi Pudjiastuti lah yang paling banyak dibicarakan oleh warganet, ia dianggap cocok menjadi Dirut Garuda Indonesia.

Sementara itu, pihak Kementerian BUMN hingga kini belum memikirkan siapa sosok pengganti Ari Ashkara. Saat ini, Kementerian BUMN masih menunggu proses pencopotan Ari. [h&y]