BataraNews.com – Rocky Gerung akhir-akhir ini menuai kontroversi. Kali ini, ia menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak memahami nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, Rocky Gerung juga menuding, Presiden Jokowi hanya menghafal lima sila dasar negara Indonesia dan tidak tau artinya kelima sila tersebut. Pernyataannya disampaikan dalam suatu acara di televisi.

Rocky menjelaskan, jika Presiden Jokowi memahami Pancasila, seharusnya ia tidak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan.

Dia mencontohkan, diisu lingkungan, salah satu kebijakan itu adalah rencana menghapus syarat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dalam mengurus perizinan investasi.

Menurut dia, kebijakan itu bertentangan dengan sila ke-5.

“Amdal itu adalah paradigma dunia hari ini. Melanggar amdal artinya tidak Pancasilais. Pancasilais, berarti ada Amdal,” kata Rocky, Rabu (4/12/2019).

Contoh lainnya, Rocky menyebut kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.

Ia mengatakan kebijakan itu tak tepat dilakukan dalam keadaan ekonomi yang sulit.

Selain sila ke-5, Rocky menyebut kebijakan pemerintah juga mesti berbasis demokrasi seperti sila ke-4.

Menurut dia, membubarkan organisasi masyarakat dengan membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) bertentangan dengan asas demokrasi.

Makanya, Rocky Gerung mengatakan serius ketika menyebut Presiden Jokowi tidak paham pancasila.

“Saya serius mengatakan Presiden tidak paham,” kata Rocky.

Mengenai ucapan Rocy, Fadjroel yang juga sebagai Juru Bicara Presiden mengatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak antikritik, asalkan kritis yang disampaikan secara akademis.

“Pemerintah tidak antikritrik sepanjang kritik dan itu disampaikan secara akademis karena kami sama-sama dari UI ya”, ujar yang ia juga bilang sahabat Rocky Gerung.

Namun ia tetap mengingatkan untuk membedakan mana yang kritik, dan mana yang fitnah. “Hati-hati saja. Tetap melakukan kritik karena kritik itulah menjadi sumber dari perkembangan demokrasi kita”. Kata Fadjroel. [h&y]