Saldo Kas “Nganggur” 261 T, Wamenkeu Minta Pemda Manfaatkan

Spread the love

BataraNews.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mengubah belanja daerahnya menjadi aset. Ajakan ini berdasarkan hasil pantauan Kementerian Keuangan yang melihat saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) menumpuk hingga mencapai Rp 261 triliun per Oktober 2019.

Nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan kas Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp215 triliun.

Dana yang mengendap dalam RKUD tersebut sebenarnya sudah memiliki pos alokasi masing-masing dan tinggal menunggu untuk direalisasikan. Namun, data RKUD menunjukkan bahwa kas daerah tercatat mencapai Rp 93 triliun pada Desember 2018, sehingga menggambarkan besarnya anggaran yang belum dimanfaatkan.

“Ini uang yang sangat besar dan ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Suhasil mengatakan pemerintah pusat harus mengumpulkan pajak dan menerbitkan surat utang negara untuk membiayai belanja negara. Dengan menerbitkan surat utang, pemerintah harus membayar bunga. Oleh karena itu, pemerintah pusat berharap dana yang sudah ditransfer kepada pemerintah daerah segera digunakan untuk membayar gaji pegawai, membangun infrastruktur, dan program-program lainnya bukan hanya disimpan di bank.

“Pemerintah pusat menggunakan sebagian belanja negara untuk menghasilkan aset, barang modal,” ujarnya. Ia mencontohkan, jembatan, gedung-gedung pemerintah, hingga sekolah adalah barang modal atau aset. Secara nasional, idealnya pemerintah pusat maupun daerah terus memberikan dampak ekonomi yang baik bagi daerah terkait.[h&y]